Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ajak Terapkan 4M Plus dan PSN, Antisipasi Lonjakan Kasus DBD dan Leptospirosis di Awal Tahun

Iwan Nurwanto • Kamis, 6 Februari 2025 | 12:50 WIB
Pengguna jalan melintas di dekat mural bergambar nyamuk di kawasan Sorosutan, Umbulharjo, Kota Jogja, kemarin (5/2).
Pengguna jalan melintas di dekat mural bergambar nyamuk di kawasan Sorosutan, Umbulharjo, Kota Jogja, kemarin (5/2).

 

JOGJA - Kondisi cuaca yang berubah-ubah dari hujan ke panas terik harus menjadi perhatian masyarakat. Pasalnya, kondisi itu dapat meningkatkan potensi penyebaran penyakit seperti demam berdarah dengue (DBD) dan leptospirosis.

Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi  Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja Endang Sri Rahayu mengatakan, selama Januari 2025 pihaknya mencatat ada 67 kasus DBD. Sementara untuk leptospirosis tercatat ada dua kasus.

Endang menyampaikan, meski belum ada catatan kasus meninggal dunia. Penyebaran penyakit DBD dan leptospirosis harus menjadi perhatian. Apalagi kedua penyakit tersebut cenderung meningkat ketika musim penghujan tiba seperti sekarang. “Upaya pencegahan seperti pemberantasan sarang nyamuk dan menjaga kebersihan lingkungan harus tetap dilakukan,” ujar Endang, Rabu (5/2).

Endang membeberkan, perlunya kewaspadaan terhadap penyebaran penyakit DBD juga karena melihat tingginya kasus pada tahun lalu. Hingga akhir 2024 Dinkes Kota Jogja mencatat ada 283 kasus.

Jumlah itu naik signifikan dibanding 2023 yang hanya tercatat ada 83 kasus. Ada kenaikan kasus hingga empat kali lipat selama dua tahun terakhir.

Menurut dia, kondisi musim yang tidak menentu menjadi salah satu penyebab tingginya kasus DBD. Sehingga peningkatan pun tidak hanya terjadi di Kota Jogja saja. Namun merata hampir di seluruh kabupaten dan kota di DIJ.“Kurangnya kesadaran masyarakat juga menjadi faktor pemicu utama peningkatan DBD di Kota Jogja,” terang Endang.

Sebelumnya, Kepala Puskesmas Umbulharjo I Yunita Haryanti menyatakan, penanganan dan pengendalian DBD di wilayahnya terus dilakukan. Upayanya dengan edukasi pencegahan secara langsung kepada masyarakat. Serta terus mengajak masyarakat untuk menerapkan 4M plus dan PSN.

Selain itu, tambah Yunita, pihaknya juga memanfaatkan media sosial untuk edukasi. Misalnya melalui konten serta infografis. Serta juga dilakukan pemberian serbuk abate pada tempat-tempat yang digenangi air untuk membunuh jentik nyamuk aedes aegypti.“Kemudian juga dilakukan fogging sesuai SOP berdasarkan penyelidikan epidemiologi,” ungkapnya. (inu/pra)

 

 
Editor : Heru Pratomo
#Endang #panas terik #Kota Jogja #dinkes #DIJ #cuaca #Hujan #umbulharjo #puskesmas #DBD #leptospirosis