Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Salah Kaprah ‘Masuk Angin’: Istilah Nonmedis dan Fakta Seputar Kerokan, Simak Penjelasannya!

Winda Atika Ira Puspita • Jumat, 24 Januari 2025 | 20:21 WIB
Masuk angin sejatinya tak ada dalam istilah medis, kegiatan kerokan juga tidak pernah dianjurkan untuk mengatasi gejala masuk angin.
Masuk angin sejatinya tak ada dalam istilah medis, kegiatan kerokan juga tidak pernah dianjurkan untuk mengatasi gejala masuk angin.

RADAR JOGJA - Memasuki musim hujan, tubuh rentan terserang berbagai penyakit.

Salah satu istilah yang sering kita dengar adalah masuk angin. Gejalanya beragam, mulai dari tubuh lemas, demam, mual, hingga disertai flu, batuk, atau diare.

Namun, tahukah kamu bahwa istilah masuk angin sebenarnya tidak ada dalam dunia medis?

Istilah ‘Masuk Angin’ Tidak Ada Secara Medis

Faktanya, masuk angin tidak dikenal dalam istilah medis. Penelitian menunjukkan bahwa gejala yang kita kenal sebagai masuk angin sebenarnya merupakan tanda dari beberapa kondisi medis seperti:

1. Kembung: Akumulasi gas di saluran pencernaan akibat pola makan tidak teratur.
2. Flu Ringan: Infeksi virus yang menyebabkan demam, pilek, atau batuk.
3. Pegal dan Lelah: Akibat otot yang kelelahan setelah aktivitas berat atau kurang istirahat.

Mengatasi Gejala ‘Masuk Angin’

Cara terbaik untuk mengatasi gejala ini adalah dengan istirahat yang cukup, mengonsumsi makanan bergizi, dan menjaga pola hidup sehat. Jika gejala memburuk, sebaiknya segera konsultasi ke dokter.

Mitos dan Fakta Tentang ‘Kerokan’

‘Kerokan’ sering dijadikan solusi untuk mengatasi gejala masuk angin. Meski populer, hingga kini tidak ada bukti ilmiah bahwa kerokan mampu menyembuhkan penyakit.

Sensasi nyaman yang dirasakan setelah kerokan sebenarnya berasal dari proses fisiologis berikut:

1. Pelebaran Pembuluh Darah: Warna merah pada kulit akibat iritasi ringan yang meningkatkan aliran darah ke area tersebut untuk memperbaiki jaringan.
2. Relaksasi Otot: Proses ini serupa dengan pijat, sehingga otot-otot menjadi lebih rileks dan rasa pegal berkurang.

Namun, kerokan tidak dianjurkan secara medis karena beberapa risiko:

1. Iritasi Kulit, Memar, hingga Luka

Kerokan yang terlalu keras dapat menyebabkan iritasi, memar, atau bahkan luka ringan pada kulit.

2. Gangguan Pembuluh Darah

Jika dilakukan terlalu sering, kerokan berisiko menimbulkan gangguan pada pembuluh darah, seperti pembekuan darah.

3. Reaksi Alergi

Pada kulit sensitif, minyak atau bahan herbal yang digunakan saat kerokan bisa memicu alergi atau ruam.

Pahami Gejala dan Tangani dengan Tepat

Masuk angin hanyalah istilah tradisional yang mengacu pada gejala medis tertentu. Penting bagi kita untuk memahami kondisi tubuh dan menangani gejalanya sesuai rekomendasi medis.

Jika merasa tidak nyaman, konsultasikan langsung ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. (Sulthan Zidan)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#medis #masuk angin #Kesehatan #fakta mitos #kerokan