PURWOREJO - Masyarakat Kabupaten Purworejo terus diminta untuk mewaspadai penyakit demam berdarah dengue (DBD). Sejak Desember 2024 hingga 20 Januari 2025, Dinas Kesehatan Purworejo mencatat sudah ada tiga orang meninggal akibat DBD.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinkes Purworejo Budi Susanti mengungkapkan, Kasus DBD di Purworejo sejak Desember 2024 mulai mengalami peningkatan. "Semua kecamatan di Kabupaten Purworejo sudah ada kasus DB," katanya Senin (20/1).
Disampaikan, warga Purworejo yang meninggal tersebut adalah anak-anak dan dewasa. Mereka berasal dari Desa Kuwurejo (Kecamatan Kutoarjo), serta Desa Patutrejo dan Harjo Binangun (Kecamatan Grabag). "Mereka tidak melapor dan terlambat datang ke fasilitas kesehatan," ungkap dia.
Dia mengungkapkan, di 2024 total ada 3.312 kasus DBD dan demam dengue (DD). Wilayah di Kabupaten Purworejo yang paling banyak kasus DBD-nya adalah Kecamatan Kutoarjo. Terkait meningkatnya kasus DBD tersebut, Kepala Dinkes Purworejo Sudarmi meminta agar masyarakat selalu waspada dengan melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). "Jangan minta fogging," larangnya.
Dia menekankan, fogging tidak bisa memberantas nyamuk secara menyeluruh. Sebab, fogging hanya bisa membunuh nyamuk dewasa, sedangkan jentik-jentik nyamuk tidak mati. "Jentik-jentik nyamuk hanya bisa diberantas dengan PSN," tegas dia.
Di samping itu, asap fogging juga berbahaya bagi tubuh dan menimbulkan polusi. Untuk itu, cara yang paling efektif adalah dengan mengadakan PSN secara rutin dan serentak. Contohnya, rutin menguras bak mandi, tatakan pot bunga, penampungan air, dan sebagainya. (han)
Editor : Heru Pratomo