Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Waspada! Ciri-ciri PMK pada Hewan Ternak Sapi, Kambing dan Babi Serta Dampak Ekonomi dan Kesehatan Jika Dikonsumsi

Meitika Candra Lantiva • Kamis, 16 Januari 2025 | 20:21 WIB
Ilustrasi Sapi terkena PMK.
Ilustrasi Sapi terkena PMK.


RADAR JOGJA - Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) kembali menjadi perhatian serius setelah merebak di berbagai wilayah Indonesia.

Penyakit yang menyerang hewan ternak seperti sapi, kambing, babi, dan hewan berkuku belah lainnya ini menimbulkan dampak besar terhadap ekonomi, kesejahteraan peternak, dan konsumen, terutama kalangan bawah yang terpengaruh oleh fluktuasi harga daging.

Memahami seluk-beluk PMK adalah langkah penting untuk mencegah dan mengurangi penyebarannya.

Apa Itu Penyakit Mulut dan Kuku (PMK)?

Penyakit Mulut dan Kuku merupakan penyakit menular akut yang disebabkan oleh virus dari genus Aphthovirus, keluarga Picornaviridae.

Virus ini sangat menular dan dapat bertahan dalam waktu lama di lingkungan lembap, pakan ternak, dan barang-barang yang terkontaminasi.

Penyakit ini bukanlah ancaman utama bagi manusia, tetapi dampaknya pada hewan ternak dapat memicu gangguan ekonomi besar-besaran.


Bagaimana Cara Penularan PMK?

PMK dapat menyebar dengan cepat melalui berbagai cara:

1.Kontak Langsung

Penularan terjadi saat hewan sehat bersentuhan dengan hewan yang terinfeksi atau cairan tubuhnya.


2.Melalui Udara

Virus PMK dapat terbawa angin hingga beberapa kilometer dari sumber infeksi.


3.Kontaminasi Lingkungan

Peralatan, kendaraan pengangkut, dan pakan ternak yang terkontaminasi virus dapat menjadi media penyebaran.


4.Produk Hewan

Daging, susu mentah, dan produk olahan dari hewan yang sakit dapat menularkan virus.

Gejala Klinis PMK pada Hewan Ternak

1. Sapi

Gejala PMK pada sapi mencakup demam tinggi dengan suhu tubuh mencapai 39–41°C.

Lepuh berisi cairan muncul di area mulut, lidah, gusi, dan kuku, menyebabkan sapi sulit makan dan minum.

Air liur sapi yang terinfeksi biasanya menetes secara berlebihan.

Hewan ini juga menunjukkan pincang karena luka di sela kuku, serta kesulitan berdiri akibat nyeri yang parah.


2. Kambing

Pada kambing, PMK memunculkan lepuh-lepuh kecil di sekitar mulut, hidung, dan kuku.

Lepuh ini menyebabkan nyeri yang membuat kambing kehilangan nafsu makan secara drastis.

Luka di sela kuku dapat mengakibatkan retakan dan pincang parah.

Demam sering kali menyertai gejala-gejala tersebut.


3. Babi

Babi yang terinfeksi PMK menunjukkan lepuh besar di moncong, lidah, dan sela kuku.

Demam tinggi adalah salah satu gejala utama, disertai dengan penurunan aktivitas dan kelesuan yang ekstrem.

Babi sering memilih untuk berbaring karena rasa sakit pada kakinya.

Selain itu, ada risiko kerusakan serius pada kuku yang bisa menyebabkan copotnya kuku.


Gejala-gejala ini secara keseluruhan menimbulkan rasa sakit yang hebat pada hewan, mengakibatkan penurunan signifikan dalam produksi susu dan daging, serta meningkatkan tingkat kematian pada kasus yang tidak segera ditangani.


Dampak Ekonomi dan Sosial yang Ditimbulkan PMK

PMK menciptakan efek domino yang meluas:


1. Kerugian Ekonomi

Menurunnya produktivitas susu dan daging secara drastis menekan pendapatan peternak.

Harga jual ternak juga merosot karena kualitas hewan yang terinfeksi menurun.


2. Ekspor Terhambat

Banyak negara memiliki regulasi ketat terhadap impor produk ternak dari wilayah yang terinfeksi, mempengaruhi pasar ekspor.

3. Peternak Merugi

Peternak kecil sering kali mengalami kerugian besar karena harus memusnahkan ternak yang terinfeksi tanpa kompensasi yang cukup.

4. Konsumen

Di satu sisi, harga daging yang menurun akibat wabah membawa keuntungan jangka pendek bagi konsumen.

Namun, jika pengawasan kualitas tidak ketat, risiko kesehatan dapat meningkat.


Apakah PMK Berbahaya bagi Manusia?


Virus PMK sangat jarang menular ke manusia.

Meski demikian, kerugian ekonomi dan implikasi sosialnya tetap berdampak langsung pada kesejahteraan manusia, terutama peternak dan pekerja di industri terkait.


Langkah Pencegahan yang Efektif

Untuk mengendalikan dan mencegah penyebaran PMK, langkah-langkah berikut sangat penting:

1. Vaksinasi Massal

Pemberian vaksin PMK secara teratur pada populasi ternak adalah cara paling efektif untuk menciptakan kekebalan.


2. Isolasi dan Karantina

Hewan yang terinfeksi harus segera dipisahkan agar tidak menyebarkan virus.

3.Desinfeksi Peralatan dan Kendaraan

Membersihkan kandang, alat-alat, dan kendaraan pengangkut dengan desinfektan dapat mencegah kontaminasi.


4. Pembatasan Pergerakan Ternak

Mengontrol pergerakan hewan antarwilayah mengurangi risiko penyebaran penyakit.


5. Edukasi dan Pelatihan Peternak

Meningkatkan kesadaran peternak tentang cara mengenali dan menangani PMK dengan benar.

Penyebaran PMK adalah masalah yang harus diatasi secara kolektif.

Masyarakat, peternak, dan pemerintah perlu bekerja sama untuk menjaga ketahanan pangan dan stabilitas ekonomi.

Dengan memahami gejala, cara penularan, dan langkah pencegahan PMK, kita dapat melindungi sektor peternakan dari ancaman yang berkelanjutan.

Baca Juga: Barcelona 5-1 Real Betis, Gavi Puji Lamine Yamal Sebagai Pemain Terbaik di Dunia, Tapi Dibawah Messi

Langkah pencegahan yang tepat akan membawa manfaat besar bagi semua pihak, menciptakan lingkungan yang sehat, dan meminimalkan dampak negatif pada konsumen dan pasar.


Jika Anda adalah peternak atau konsumen, jadilah bagian dari solusi. Waspadai gejala PMK pada hewan, dan selalu dukung praktik pertanian dan peternakan yang bertanggung jawab. (Adam Jourdi Alfayed)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#dampak ekonomi #waspada #ciri-ciri #kambing #Kesehatan #Penyakit Mulut dan Kuku #ternak #PMK #konsumsi #sapi #Cara Penularan PMK #babi