RADAR JOGJA – Ciplukan atau Cecendet merupakan tumbuhan liar yang memiliki buah seperti sebuah lonceng kecil dan cukup digemari oleh anak-anak kecil karena rasanya yang manis ketika sudah matang.
Tumbuhan ciplukan memiliki tinggi maksimal 1 meter, batangya bergurat, bercabang, mengandung tinggi air dan mudah dipatahkan.
Daun berbentuk oval dengan ujung runcing serta pinggiran tak beraturan lebar 2,5-3,5 cm panjang 5–6 cm.
Bunganya terletak pada ketiak atau cabang dari batangya, tangkai bunga 2,5–4 cm tegak dan akan mulai menunduk saat bakal buah muncul.
Buah ciplukan dibungkus kelopak yang menggelembung, tipis, berbentuk bulat dengan ujung meruncing, mirip seperti kertas tipis.
Kelopaknya berwarna hijau saat masih muda, berwarna kuning saat buah mulai matang, kering kecoklatan kondisi terlalu matang.
Buahnya berwarna hijau saat masih muda dan akan berubah menjadi kuning keemasan jika sudah matang, ukuran buah 1-1,5 cm, mempunyai rasa manis dan asam segar.
Selain memiliki rasa yang manis ketika sudah matang, ternyata ciplukan memiliki segudang manfaat bagi kesehatan manusia.
Beberapa manfaat ceplukan adalah penambah darah, mengobati kanker payudara, kurap bahkan meningkatkan kesehatan otak dan masih banyak lagi.
Kandungan Ciplukan:
Kandungan senyawa pada daun, akar dan batang meliputi saponin, flavonoid, polifenol, dan fisalin.
Kandungan pada buah berupa vitamin C, asam sitrat, fisalin, gula, serat, air, zat besi, fosfor dan beberapa mineral lainnya.
Baca Juga: Barcelona Raih Gelar Piala Super Spanyol 2025 Setelah Tundukkan Real Madrid
Mari kita bahas beberapa manfaat ceplukan bagi kesehatan manusia:
- Penambah Darah
Buah ciplukan juga dapat membantu meningkatkan volume darah pada tubuh.
Khasiat ini tentunya sangat pas untuk pengidap anemia.Caranya, masak batang dari buah, lalu minum air rebusannya.
- Meningkatkan Kesehatan Otak
Vitamin C yang dimiliki oleh ciplukan berguna untuk membantu mencegah gangguan pada otak, termasuk demensia dan alzheimer.Kedua penyakit tersebut adalah penyakit yang menyebabkan penurunan daya ingat.
- Atasi Penyakit Kurap
Selain batang dan buah, daun ceplukan juga memiliki manfaat untuk mengatasi Kurap.
Selain membuat tidak nyaman bagi penderita, kurap juga menurunkan rasa percaya diri jika terjadi pada bagian tubuh yang terbuka.
Untuk mengatasinya cukup hancurkan daun dari buah ciplukan dan olehkan pada bagian kulit yang terkena kurap.
- Obati Kanker Payudara
Untuk mendapatkan keguaan ini, kamu bisa menggiling pucuk pohon ciplukan, lalu campurkan dengan beras dan tunas kunyit.
Setelah tercampur, pakai gilingan dengan cara menempelkan pada payudara.
- Meningkatkan Kemampuan Penglihatan
Studi dalam Advances in Nutrition menyebutkan bahwa lutein dan karotenoid lainnya, termasuk zeaxanthin dan lycopene terbukti melindungi dari kehilangan penglihatan akibat penyakit kencing manis.
Dengan mengonsumsinya secara rutin, ciplukan dapat membantu menurunkan risiko degenerasi makula terkait usia yang menjadi penyebab utama kebutaan.
- Atasi Diabetes
Fungsi tanaman obat ini dalam mengelola diabetes berkat senyawa yang bekerja dengan memperlambat asupan gula sederhana dari karbohidrat.
Hal tersebut dapat mencegah masuknya gula ke dalam aliran darah.
Mengontrol kadar gula darah tetap stabil adalah kunci penting untuk menghindari hiperglikemia. Gangguan kesehatan ini berpotensi membahayakan pengidap penyakit kencing manis.
- Tingkatkan Imunitas Tubuh
Studi dalam the Journal of Evidence-Based Integrative Medicine menemukan bahwa, buah ciplukan mampu membantu mengatur sistem kekebalan tubuh manusia.
Khasiat ini berasal dari polifenol yang bekerja dengan menghalangi peradangan tubuh.
Selain itu, tanaman herbal ini juga merupakan sumber vitamin C yang baik.
Bahkan, kandungannya dapat memenuhi sebanyak 21 persen kebutuhan harian wanita dan 17 persen kebutuhan harian pria.
- Menurunkan Berat Badan
Buah ciplukan termasuk dalam makanan rendah kalori dengan sekitar 53 kalori per 100 gramnya.
Selain itu, kandungan nutrisi yang terdapat dalam daun dan buah ciplukan secara efektif menyumbang pada kebutuhan nutrisi harian tubuh.
Editor : Bahana.