Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kulit Berkerut Karena Terendam Air Hingga Terasa Gatal: Waspadai Tanda Aquagenic Wrinkling of The Palm

Meitika Candra Lantiva • Jumat, 10 Januari 2025 | 22:27 WIB
Ilustrasi tangan berkerut akibat lama terendam air.
Ilustrasi tangan berkerut akibat lama terendam air.

RADAR JOGJA - Kulit jari mudah mengerut setelah terendam air karena beberapa alasan biokimia dan fisiologis.

Ketika jari terendam dalam air, kulit mulai menyerap air. Protein keratin yang terkandung dalam kulit, rambut dan kuku sangat efektif menyerap air dengan konsentrasi yang lebih tinggi dibanding bagian tubuh lainnya.

Semakin banyak keratin yang terkandung, maka semakin banyak air yang terserap. Hal ini menyebabkan lapisan atas kulit membengkak.

Bagian dalam jari tidak turut membengkak, sehingga sel keratin yang mati membengkak dan menguasai sisa permukaan kulit.

Akibatnya, lapisan stratum korneum kemudian mengerut.

Lalu kenapa seringkali setelah berenang yang berkeriput hanya telapak tangan dan kaki?

Hal ini disebabkan karena telapak tangan dan kaki memiliki kulit yang lebih tebal dibanding dengan tubuh lain.

Kulit area ini lebih banyak protein keratin yang membantu menjaga kelembaban dan kekuatan kulit.

Ketebalan ini memungkinkan kulit pada telapak tangan dan kaki untuk menyerap lebih banyak air, sehingga saat terendam air, lapisan keratin ini membengkak dan menyebabkan efek keriput.

Kulit jari yang mengerut juga merupakan respon dari sistem saraf.

Ketika saraf menerima informasi tentang kadar garam yang lebih rendah di dalam kulit, sistem saraf otonom merespon dengan menyempitkan pembuluh darah.

Penyempitan pembuluh darah ini menyebabkan volume kulit secara keseluruhan berkurang, mengerutkan kulit ke dalam pola kerutan yang berbeda.

Kulit yang berkerut memiliki cengkeraman tambahan di bawah air dibandingkan dengan kulit yang tidak berkerut.

Genggaman yang lebih baik memungkinkan seseorang menggenggam benda dengan lebih kuat.

Membuat berjalan di sepanjang permukaan bawah air menjadi lebih mudah dengan kemungkinan terpeleset lebih kecil.

Hal ini menunjukkan bahwa kerutan pada jari-jari tangan dan kaki mungkin bukan hanya efek samping, tetapi juga memiliki tujuan adaptasi lebih luas.

Kulit yang mengkerut setelah terendam air normalnya bersifat sementara. Artinya, setelah keluar dari air beberapa kemudian akan kembali normal.

Tetapi, kulit yang mengkerut dengan cepat setiap terpapar air, sekitar 2-3 menit, terutama di telapak tangan bisa menunjukkan kelainan yang disebut aquagenic wrinkling of the palm.

Kelainan ini sangat jarang dan biasanya dikaitkan dengan penyakit lain, seperti fibrosis kistik, dermatitis atopik, hiperhidrosis fokal, dan fenomena raynaud.

Penderitanya mungkin tidak hanya mengalami kulit mengkerut setelah terkena air, tetapi juga mengalami rasa panas dan gatal, serta bintil-bintil di tangan setelah 10-60 menit tangan dikeringkan.

Setiap kali kulit terpapar air, lesi kulit akan menjadi lebih jelas dan berat.

Untuk mendiagnosis penyebab kondisi tersebut, diperlukan anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang, seperti pemeriksaan genetik untuk fibrosis kistik dan biopsi kulit. (Ruhana Maysarotul Muwafaqoh)

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#terendam air #Aquagenic Wrinkling of The Palm #Berkerut #kulit