JOGJA - Meningkatnya jumlah wisatawan di Kota Jogja membuat ketir-ketir Dinas Kesehatan (Dinkes). Karena ada kemungkinan beberapa jenis penyakit mudah menular dengan masifnya pergerakan manusia.
Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinkes Kota Jogja Endang Sri Rahayu mengatakan, ada dua penyakit yang menjadi perhatian pihaknya selama masa libur panjang ini.
Yakni Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) dan Tuberkulosis (TBC). "Kami sangat mewaspadai penyakit yang mudah menular," ujar Endang saat dikonfirmasi, Selasa (24/12).
Endang membeberkan, ISPA maupun TBC menjadi atensi Dinkes Kota Jogja karena dapat menular melalui udara. Sehingga perlu upaya pencegahan dengan menggunakan masker atau menutup mulut dan hidung ketika bersin atau batuk.
Selain itu, Endang mengaku, pihaknya juga cukup mewaspadai potensi penyebaran penyakit yang dapat meningkat karena kondisi musim penghujan. Misalnya yang ditularkan oleh bakteri atau hewan seperti nyamuk dan tikus.
“Mengingat masih dalam kondisi musim penghujan. Kami juga mewaspadai adanya penyebaran penyakit DBD, leptospirosis, serta diare,” imbuh Endang.
Terpisah, Direktur Rumah Sakit (RS) Jogja Ariyudi Yunita memastikan, siap menghadapi lonjakan kasus kedaruratan masa libur nataru. Untuk beberapa kategori pelayanan gawat darurat, rawat inap dan pelayanan penunjang seperti laboratorium, radiologi dan farmasi juga akan siaga 24 jam.
Dia juga menyatakan, RS Jogja juga telah melakukan langkah antisipatif terhadap kasus traumatik atau kecelakaan lalu lintas. Selain itu, juga menyiapkan langkah penanganan untuk kasus kegawatdaruratan lainnya seperti dampak dari bencana cuaca ekstrim atau pola makan yang kurang baik selama libur nataru.
“Layanan operatif yang bersifat segera seperti operasi SC juga dipersiapkan selama libur nataru,” ungkap Yunita belum lama ini. (inu/pra)
Editor : Heru Pratomo