Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kenali Faktor Penyebab HIV yang Lebih Rentan Menjangkit Kaum Homoseks

Meitika Candra Lantiva • Selasa, 12 November 2024 | 17:12 WIB
Depresi menjadi salah satu gejala umum pengidap HIV.
Depresi menjadi salah satu gejala umum pengidap HIV.

RADAR JOGJA - Pergaulan seks bebas memang tidak terbatas pada golongan penyuka sesama jenis saja.

Kita tahu bahwa apapun yang berkaitan dengan pergaulan seks bebas pastilah dicap buruk.

Kendati demikian, risiko pergaulan seks bebas pada orang – orang penyuka sesama jenis justru jauh lebih berbahaya.

Mengutip dari data Kemenkes tentang laporan eksekutif perkembangan HIV/AIDS dan penyakit menular seksual (PIMS) tahun 2022, jumlah kumulatif ODHIV yang ditemukan berdasarkan faktor risiko, sebanyak 30,2% homoseksual yang terdiri dari kelompok populasi LSL (lelaki seks dengan lelaki) sejumlah 28,6% dan sisanya berasal dari waria dengan jumlah 1,3%.

Angka ini lebih tinggi dibanding risiko terttular HIV pada pasangan heteroseksual dengan tingkat persentase sebanyak 12,8% saja.

Melalui data ini saja, kita bisa amati bahwa kecenderungan seks dengan sesama jenis lebih berisiko menularkan penyakit HIV ketimbang orang – orang dengan orientasi seks terhadap lawan jenis.

HIV atau dikenal dengan istilah Human Immunodeficiency Virus merupakan sejenis virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh.

Seringkali virus ini dikaitkan dengan penyakit menular seksual lantaran cara penyebarannya yang serupa, yakni sama – sama dapat ditularkan lewat hubungan seks tanpa alat kontrasepsi, atau ketika gonta – ganti pasangan.

Lebih lanjut, penyebab homoseks lebih rentan terkena HIV dikarenakan faktor – faktor berikut :

Pertama, kecenderungan seks anal.

Seks anal menjadi pilihan umum bagi pasangan gay.

Beberapa penelitian menunjukkan sistem anal dan vagina memiliki struktur perlindungan yang berbeda.

Di saat vagina memiliki banyak lapisan untuk menahan infeksi virus, bagian anal hanya memiliki satu lapis saja.

Selain itu, vagina memiliki sistem pembersih alami sehingga pencegahan infeksi virus lebih mudah dilakukan.

Yang kedua, kecenderungan seks tanpa alat kontrasepsi.

Hal ini sebagai bentuk kewajaran apabila melakukan seks dengan sesama jenis dan melalui cara anal sex.

Selain itu, pergaulan kaum gay dan lesbian cenderung sempit dan minor sehingga memudahkan keakraban bagi seluruh anggotanya.

Namun, karena sebab itu juga mereka sering gonta – ganti pasangan karena saling menerima satu sama lain.

Disamping kedua faktor tersebut, risiko mengidap penyakit HIV bagi kaum gay, lesbian dan transgender mempunyai faktor lain yang lebih kompleks, seperti stigma sosial, ekonomi, serta diskriminasi.

Mereka perlu yang namanya pembinaan baik secara terbuka maupun tertutup, bahwa penyimpangan orientasi seks dapat dicegah atau diobati.

Hal itu demi kesejahteraan banyak pihak serta menurunkan risiko terkena penyakit HIV yang mana sampai saat ini belum ada obat mutakhir yang dapat menghapus virus ini secara total. (Muhammad Malik Nadzif)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#penyebab hiv #hiv #Menjangkit #infeksi virus #Kenali #risiko #homoseks #pergaulan #data Kemenkes #faktor #lsl #ODHIV