RADAR JOGJA - Konten ASMR semakin bermunculan terutama di YouTube dan TikTok.
Banyak content creator berlomba-lomba menunjukkan kreativitas mereka dalam membuat suara yang menimbulkan sensasi geli atau merinding.
Sensasi geli dan merinding di sini bukan menimbulkan rasa tidak nyaman, melainkan sensasi yang menimbulkan perasaan rileks, menyenangkan, bahkan dapat tertidur bagi sebagian orang.
Konten ASMR yang dihasilkan pun beragam seperti suara berbisik baik meniru suapa benda atau kata afirmasi, suara mengunyah makanan, suara aktivitas make up , bahkan roleplay atau bermain peran profesi atau tokoh tertentu.
ASMR sendiri merupakan singkatan dari Autonomous Sensory Meridian Response, di mana suara-suara bisikan lembut atau visualisasi unik membuat seseorang secara fisiologis merasakan sensasi yang menyenangkan, berdenyut, atau menjadi rileks dari area kepala kemudian ke seluruh tubuh.
Stimulus akustik spesifik, visual, dan media digital yang dihasilkan dalam konten memicu rasa geli dan statis atau lebih dikenal tingles.
Sensasi ini diikuti oleh perasaan tenang dan rileks bagi sebagian yang menonton.
ASMR pun dirayakan secara internasional setiap tanggal 9 April.
Mengutip dari website Know Your Meme, SteadyHealth, sebuah forum diskusi yang membahas perasaan unik dan geli yang setiap kali dirasakan dari suara dan gambar tertentu pada tanggal 19 Oktober 2007 hingga muncul sebuah thread.
Thread tersebut diberi judul Weird Sensation Feels Good, kemudian pada tanggal 4 Juni 2008 mendapatkan tanggapan oleh seorang anggota dari forum tingler berupa pengakuan sensasi yang dimaksud telah dialaminya sepanjang ingatannya.
Thread tersebut pun juga ditemukan oleh seorang bernama Jennifer Allen yang juga merasakan sensasi geli sampai ke tulang belakang ketika menonton dan mendengar video dengan suara tertentu seperti luar angkasa, deburan ombak, dan lain-lain.
Dari sanalah Jennifer meluncurkan situs ASMR Reserch & Support yang bertujuan mendukung studi ilmiah terkait fenomena ASMR pada tanggal 16 Juni 2010.
Selang beberapa hari, sebuah daftar putar dari saluran YouTube bernama The Unnamed Feeling yang berisi video ASMR muncul pada tanggal 23 Juni 2010.
Pada tanggal 27 Februari 2012, sebuah artikel dengan judul ASMR: Orgasms for Your Brain oleh The Huffingtion Post.
Artikel tersebut menyatakan kemunculan komunitas online seputar ASMR yang beragam hingga blog Ilmu Saraf, Neurologica melaporkan peranan penting dari internet dalam penemuan ASMR pada tanggal 12 Maret 2012.
Secara bersamaan, sebuah grup Facebook I Am ASMR membuat halaman Facebook yang berjudul Internasional ASMR Day yang berisi penetapan tanggal 9 April sebagai hari ASMR Internasional dan mendapat respons berupa 3.200 suka dalam 13 bulan.
Mekanisme ASMR yang menimbulkan perasaan tenang dan rileks bagi pendengar masih sulit dihelaskan oleh penelitian.
Penyebabnya sensasi geli dan statik yang ditimbulkan oleh stimulasi ASMR tidak semua dirasakan semua orang.
Selain karena ASMR memerlukan fokus dan pengalaman pribadi bagi individu yang bersangkutan, secara fisiologis dijelaskan bahwa sensasi yang muncul saat menonton atau mendnegar konten ASMR memicu pelepasan endorfin, di mana merangsang pelepasan dopamin.
Pelepasan dopamine ini menghasilkan rasa motivasi dan nyaman yang mirip dengan perasaan ketika orang tua merawat bayi.
Selain itu, perasaan tingling yang timbul berkaitan dengan reseptor opioid dalam tubuh sehingga tercipta perasaan euphoria layaknya seseorang yang mengonsusmsi obat penghilang rasa sakit.
Alasan mengapa banyak orang menyukai konten ASMR, yang pertama terciptanya perasaan lebih rileks.
Alasan ini didukung oleh penelitian dua orang yang bernama Emma L. Barrat dan Nick J. Davis dari Swansea University tahun 2015 dengan judul Autonomous Sensory Meridian Response (ASMR): a flow-like mental state yang menyatakan ASMR dapat memperbaiki suasana hati seseorang sehingga mampu menghindari stres disebabkan tubuhnya lebih rileks.
Penelitian Ryerson University dan University of Winnipeg menambahkan efek relaksasi yang dirasakan oleh penikmat ASMR setara dengan mereka yang mendegarkan musik, bahkan bertahan lebih lama dibanding mendengarkan musik, penyebabnya adalah getaran yang dihasilkan musik lebih keras daripada konten ASMR.
Konten ASMR pun dapat membantu untuk mengatasi insomnia, alasan inilah yang paling banyak dikemukakan oleh para pendengar setia ASMR.
Menurut mereka, efek yang ditimbulkan ketika mendengar atau menonton ASMR cukup mirip dengan mediasi sehingga tubuh menjadi lebih rileks dan tertidur dengan mudah.
Hal ini diperkuat oleh hasil penelitian yang dilakukan oleh Sheffield University di Inggris.
Hasil penelitian tersebut menyatakan manfaat yang diberikan oleh video ASMR bersifat terapeutik yakni, dapat mengurangi detak jantung dan merangsang perasaan positif dalam diri.
Demikianlah penjelasan tentang ASMR baik dari pengertian, sejarah, mekanisme, dan manfaat.
Semua kembali kepada pandangan dan perasaan yang berbeda-beda tentang video terkait efek yang ditimbulkan saat menonton video ASMR.
Bagi yang merasakan manfaatnya, konten ASMR dapat membantu mereka melepaskan rasa lelah setelah beraktivitas padat dan menjadi mudah tidur.
Semakin banyak yang menonton konten ASMR juga mendorong para content creator ASMR untuk semakin kreatif membuat konten sehingga variasinya semakin beragam dan mampu menimbulkan kedekatan secara tidak langsung dengan penikmatnya.
(Anastasia Srinovanda Cahyaningrum)
Sumber : berbagai sumber
Editor : Iwa Ikhwanudin