RADAR JOGJA - Begadang seringkali menjadi pilihan bagi sebagian orang yang memiliki beban kerja lebih, mengejar target waktu ataupun hanya sekedar gaya hidup malam.
Namun, perlu diketahui bahwa begadang hingga larut malam memiliki risiko yang dapat membahayakan kesehatan bahkan hingga jangka panjang.
Mengutip dari berbagai sumber, sering begadang dan tidur terlalu malam dapat menurunkan ketahanan tubuh dan metabolisme. Hal tersebut dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.
Selain itu, tubuh kita dipaksa bekerja lebih daripada semestinya, sehingga kekurangan porsi untuk mengistirahatkan badan.
Hasilnya, kelelahan menumpuk, sulit berkonsentrasi, dan membuat tubuh kita lebih cepat lesu.
Disamping itu, malam hari merupakan saat dimana tubuh kita memproduksi serta mengelola berbagai jenis hormon yang sangat penting menjaga ekosistem tubuh supaya optimal.
Salah satunya hormon melatonin.
Hormon ini muncul pada saat jam tidur atau malam hari, dimana fungsi dari hormon ini salah satunya untuk kesehatan tubuh dan pemberi sinyal agar tidur bisa lebih lelap.
Namun, dengan kita terjaga sepanjang malam, proses produksi hormon ini sedikit terganggu dan kinerjanya kurang optimal.
Apalagi yang menjadi sebab kita begadang karena konsumsi kafein berlebih yang biasanya ada pada minuman seperti kopi dan teh. Kekurangan hormon melatonin salah satunya meningkatkan risiko penyakit insomnia.
Peningkatan hormon melatonin sebenarnya bisa dilakukan dengan mengonsumsi beberapa makanan eksternal seperti pisang, buah ceri atau dengan suplemen melatonin.
Namun, alangkah baiknya jika kita menjaga produksi hormon ini dengan menjaga pola tidur kita saat malam.
Kurangi waktu untuk begadang secara terus menerus dengan mengatur ulang jadwal prioritas kita sehari – hari. (Muhammad Malik Nadzif)
Editor : Meitika Candra Lantiva