Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bambang Hirawadi Akui Tenang Meski Sakit di Masa Tua Berkat BPJS Kesehatan

Delima Purnamasari • Kamis, 31 Oktober 2024 | 23:08 WIB

Photo
Photo
SLEMAN, RADAR JOGJA - Bisa tetap tenang dan nyaman meski sakit di masa tua tentu menjadi harapan setiap orang.

Hal inilah yang dirasakan oleh Bambang Hirawadi berkat Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan.

Laki-laki yang memasuki usia ke-73 ini mengaku, usia senja membuatnya harus sering ke dokter untuk kontrol. Utamanya terkait pemeriksaan gula dan tensi.

"Pusing sedikit saya datang untuk periksa ke dokter. Gula saya kontrol agar jangan sampai merembet jadi sakit ke mana-mana," jelasnya saat ditemui di RS Khusus Bedah An Nur Yogyakarta di daerah Kabupaten Sleman.

Saat ditemui pada hari Selasa (29/10), Bambang mengaku ingin periksa sekaligus berkonsultasi terkait kebiasaannya sering buang air kecil.

Kondisi ini membuatnya merasa terganggu. Terlebih, dia mengaku tengah mempersiapkan diri untuk pergi ke tanah suci. Dia berharap agar ibadahnya lancar dan semakin sempurna.

"Kalau haji sudah pernah. Ini saya ke Makkah mau umrah," katanya.

Kebiasaan kontrol tersebut membuatnya akrab dengan dunia kesehatan, khususnya para dokter. Baik kontrol di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) hingga di Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL).

"Saya teratur kontak dengan dokter. Semua sudah familiar," ujar Bambang.

Bambang membayangkan, apabila seluruh pelayanan yang dia terima harus dibayar secara mandiri jumlahnya pasti sangat besar. Namun, berkat Program JKN hal ini bisa dinikmati tanpa ada tambahan biaya alias gratis.

"Uang yang dimiliki jadi bisa disisihkan untuk kebutuhan lain. Misalnya buat bayar zakat," ucap Bambang.

Dia mengaku puas dengan pelayanan kesehatan yang dia terima. Menurutnya, tidak ada perbedaan layanan yang diberikan dokter baik ke pasien JKN maupun dengan pasien umum.

Sama sekali tak ada keluhannya menjadi pasien yang dijamin oleh BPJS Kesehatan.

"Semua baik enggak ada masalah. Kadang orang berpikir kalua menggunakan jaminan BPJS Kesehatan nanti obatnya beda atau bermasalah, padahal saya sendiri juga sembuh," ujar Bambang.

Di sisi lain, sebagai orang tua yang kerap kali mengalami kesulitan, dokter maupun para staf selalu sigap membantunya. Baginya ini semakin menegaskan tidak adanya diskriminasi pada pasien JKN.

"Di setiap fasilitas kesehatan saya selalu dilayani dengan baik. Enggak aneh-aneh. Jadinya seneng karena semua baik," jelas Bambang.

Dengan berbagai alasan tersebut, Bambang menerangkan keluarganya juga sudah terdaftar menjadi peserta JKN. Mulai dari anak hingga cucu.

Dalam penggunaan jaminan ini, dia turut berpesan agar masyarakat bisa memanfaatkannya secara bijak dan sesuai prosedur.

Bambang juga mengatakan agar seluruh lapisan masyarakat bisa menyisihkan uang untuk masa tua. Dia menilai, sakit kerap kali datang secara tiba-tiba sehingga harus bersiap.

Salah satunya terdaftar dalam jaminan kesehatan.

"Semua orang harus menyiapkan hari tua. Masa muda itu jangan diobral. Uangnya harus dibagi-bagi," pesannya.

Dia sendiri bercerita sudah tidak bekerja sejak usia 56 tahun. Bambang memilih pensiun dan menyerahkan usaha pada anaknya. Kini, dia mengaku kesibukannya sehari-hari hanya bermain.

"Harapannya kalau sudah tua begini hanya ingin hidup sehat. Jadi, semuanya saya kontrol," ucapnya.

Meski telah terdaftar sebagai peserta JKN dan semua layanan kesehatan gratis dijamin oleh BPJS Kesehatan, dia berharap agar semua orang bisa memperhatikan kesehatan dengan menjaga pola hidup.

Utamanya mengurangi makanan yang memiliki kandungan lemak dan minyak tinggi. Selain itu, memperhatikan karbohidrat yang dikonsumsi.

"Jangan sembarangan. Saya sendiri enggak minum kopi dan enggak ngerokok. Tiap pagi saya jalan kaki kalau habis dari masjid," kata Bambang. (del)

Editor : Bahana.
#Sleman #BPJS Kesehatan