Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ada BPJS Kesehatan, Mulyaningsih Merasa Tenang Jalani Operasi Kelenjar Getah Bening Hingga Sembuh

Delima Purnamasari • Senin, 28 Oktober 2024 | 22:06 WIB
Mulyaningsih  pasien yang mendapatkan manfaat dari BPJS Kesehatan
Mulyaningsih pasien yang mendapatkan manfaat dari BPJS Kesehatan

SLEMAN, RADAR JOGJA – BPJS Kesehatan terus berupaya meningkatkan layanan untuk para peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Manfaat dari upaya ini salah satunya dirasakan oleh Mulyaningsih (44).

Mulyaningsih menjelaskan, dirinya terkena penyakit kelenjar getah bening dan mesti menjalani tindakan operasi.

Dia mengatakan, secara tiba-tiba saja muncul benjolan di selangkangannya.

“Penyakit ini jelas membuat tidak nyaman. Saat jalan terkadang terasa sakit. Terutama bila ditekan. Efek lain seperti panas atau pusing itu enggak ada," ujarnya.

Selama dua minggu dia lakukan observasi, benjolan ini tidak kunjung hilang.

Lalu dia memutuskan untuk melakukan pemeriksaan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

"Saya diberi antibiotik. Tapi ternyata juga tidak sembuh," ucapnya.

Hingga akhirnya dia dirujuk ke Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) yaitu Rumah Sakit Umum Queen Latifa.

Saat dilakukan pemeriksaan di rumah sakit, ternyata dia harus menjalani operasi.

"Rasanya khawatir kalau nanti semakin besar atau berbahaya. Saya takut," ucapnya.

Saat ditemui di Rumah Sakit Umum Queen Latifa, Kamis (18/10) dia mengaku operasinya berjalan dengan lancar.

Sehingga, bisa segera diperbolehkan pulang ke rumah oleh dokter.

"Saya masuk ke rumah sakit hari Rabu kemarin dan hari ini katanya sudah bisa pulang setelah pemeriksaan dokter," jelasnya.

Berdasarkan penjelasan dokter di rumah sakit, Mulyaningsih mengetahui jika penyakit ini disebabkan oleh beragam faktor.

Misalnya, sering mencukur bulu kemaluan, tetapi tidak berganti pisau silet.

Selain itu, bisa jadi karena pisau silet yang digunakan secara bergantian dengan orang lain.

"Kata dokter bisa juga karena terlalu sering mengangkat beban berat. Saya itu kan bekerja di pabrik," tambahnya.

Mulyaningsih bercerita bahwa dia merupakan pegawai swasta di sebuah pabrik di Yogyakarta.

Fasilitas BPJS Kesehatan ini dia peroleh dari iuran yang dipotong secara otomatis dari gajinya tiap bulan.

Dia terdaftar sebagai peserta Pekerja Penetima Upah (PPU) kelas dua.

Satu kamarnya berisi dua orang. Untuk ruangannya juga telah dilengkapi dengan kamar mandi dalam serta AC sehingga suhu bisa tetap terkontrol.

"Fasilitas bagus. Ruangan dan kamar mandinya bersih, saya merasa puas," katanya.

Untuk mendapatkan semua fasilitas ini, Mulyaningsih mengaku tidak kesulitan. Dia menilai seluruh proses administrasi sudah jelas alurnya. Prosesnya juga cepat.

Di sisi lain, dia merasa tidak ada perbedaan pelayanan antara peserta BPJS Kesehatan atau umum. Perawat yang mengurusnya juga berkomunikasi dengan ramah.

"Untuk pelayanan cek tensi setiap saat selalu dilakukan," katanya.

Begitu pula untuk makanan. Dia mengatakan makanan pasien telah terjadwal dan diberikan sesuai waktunya.

Mulyaningsih merasa begitu bersyukur sebab seluruh fasilitas ini bisa dia terima secara gratis.

Baik itu untuk obat, biaya operasi, hingga nantinya harus menjalani kontrol rutin ke rumah sakit. Dia merasa begitu tertolong di tengah kesulitan yang dia jalani.

"Sebagai karyawan, kalau untuk membayar operasi tentu habis banyak sekali," ucapnya.

Dia berharap, fasilitas BPJS Kesehatan bisa terus ada. Di sisi lain, bisa mendampingi para pasien utamanya yang sudah tua. Menurutnya, mereka masih awam dengan teknologi sehingga terkadang informasi yang diketahui mengenai pelayanan masih kurang.

"Ini kali pertama saya melakukan operasi dan rawat inap. Layanannya sudah bagus. Saya merasa dipermudah," terangnya.

Setelah ini, Mulyaningsih hanya berharap bisa segera sehat dan beraktivitas seperti biasa. Dia mengaku tak ingin lagi sakit.

Editor : Bahana.
#Sleman #jkn #BPJS Kesehatan