RADAR JOGJA - Tahi lalat, yang sering kita lihat pada kulit, ternyata menyimpan banyak fakta menarik yang sering kali disalahpahami.
Salah satu mitos yang beredar adalah bahwa tahi lalat berasal dari kotoran lalat. Namun, apa sebenarnya yang menyebabkan munculnya tahi lalat?
Asal Usul Tahi Lalat
Tahi lalat, atau dalam istilah medis disebut nevus, bukanlah hasil dari kotoran lalat. Munculnya tahi lalat disebabkan oleh pengumpulan sel pigmen yang dikenal sebagai melanosit.
Sel-sel ini dapat muncul sejak lahir atau berkembang seiring bertambahnya usia. Nama "tahi lalat" mungkin berasal dari kemiripannya dengan jejak kotoran lalat, namun ini hanyalah mitos belaka.
Penyebab Munculnya Tahi Lalat
Ada beberapa faktor yang dapat memicu munculnya tahi lalat:
1. Genetik
Banyak tahi lalat diwariskan secara genetik dari orang tua.
2. Paparan Matahari
Sinar ultraviolet (UV) dari matahari dapat merangsang pertumbuhan tahi lalat.
3. Usia
Tahi lalat baru sering muncul selama masa kanak-kanak hingga dewasa muda.
Karakteristik Tahi Lalat
Tahi lalat memiliki beragam karakteristik yang membuatnya unik:
- Warna, umumnya cokelat atau hitam, tetapi bisa juga sama dengan warna kulit.
- Bentuk, biasanya bulat atau oval.
- Ukuran, sebagian besar tidak lebih dari 6 mm.
- Tekstur, bisa halus atau kasar, bahkan ada yang berbulu.
Kesehatan dan Tahi Lalat
Meskipun sebagian besar tahi lalat tidak berbahaya, penting untuk selalu memantau perubahan pada tahi lalat kita. Beberapa tahi lalat dapat berubah menjadi kanker kulit, seperti melanoma.
Oleh karena itu, jika Anda melihat perubahan bentuk, warna, atau ukuran pada tahi lalat Anda, konsultasikan dengan dokter segera.
Tahi lalat adalah bagian alami dari kulit kita dan bukan hasil dari kotoran lalat seperti yang sering diyakini.
Penulis: Indah Cahya Mentari
Editor : Bahana.