Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Suka Makan Ikan Mentah? Inilah Bahaya Tersembunyi yang Harus Diwaspadai

Winda Atika Ira Puspita • Rabu, 23 Oktober 2024 | 16:30 WIB
Salmon.
Salmon.

RADAR JOGJA – Ikan mentah merupakan salah satu hidangan yang sangat digemari, khususnya di Jepang dengan sajian terkenal seperti sushi dan sashimi.

Popularitas makanan ini juga meningkat di Indonesia, di mana banyak orang tertarik menikmati hidangan yang menawarkan cita rasa unik dan segar.

Namun, meskipun ikan mentah menghadirkan pengalaman kuliner yang menarik, konsumsi berlebihan bisa menimbulkan risiko kesehatan serius.

Para ahli kesehatan memperingatkan bahwa mengonsumsi ikan mentah secara berlebihan dapat membawa risiko infeksi bakteri dan parasit yang berbahaya.

Penting untuk memperhatikan cara penyajian dan memastikan kualitas ikan yang dikonsumsi, karena kebersihan dan kesegaran ikan sangat menentukan keamanannya.

Terlebih lagi, bagi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, ibu hamil, dan individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, risiko terkena infeksi dari ikan mentah lebih tinggi dan dapat menimbulkan komplikasi serius.

Risiko Konsumsi Ikan Mentah Berlebihan:

1. Infeksi Bakteri

Ikan mentah dapat mengandung berbagai jenis bakteri berbahaya seperti Listeria, Vibrio, Clostridium, dan Salmonella.

Infeksi bakteri ini dapat menyebabkan gejala seperti sakit perut, mual, muntah, dan diare.

Penelitian di Amerika Serikat menunjukkan bahwa sekitar 10 persen makanan laut mentah yang diimpor dan 3 persen dari produk lokal terkontaminasi Salmonella.

Baca Juga: Peresmian Pelabuhan Gesing Gunungkidul Langsung Dilakukan oleh Wagub DIY Paku Alam X, Nelayan Sebut Tak Layak Beroperasi

Bagi orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti anak-anak dan lansia, risiko keracunan makanan lebih tinggi.

Ibu hamil juga dianjurkan untuk menghindari konsumsi ikan mentah karena risiko infeksi Listeria, yang berbahaya bagi janin.

2. Kontaminasi Polutan

Selain risiko infeksi bakteri dan parasit, ikan mentah juga berpotensi mengandung Polutan Organik Persisten (POPs) yang berbahaya, terutama pada ikan yang dibudidayakan seperti salmon.

POPs, yang berasal dari polusi industri, dapat terakumulasi dalam tubuh ikan dan mencemari daging mereka.

Penelitian menunjukkan bahwa memasak salmon dapat mengurangi kadar POPs hingga 26 persen dibandingkan dengan mengonsumsinya mentah.

Paparan jangka panjang terhadap polutan ini dapat meningkatkan risiko penyakit kronis seperti kanker dan diabetes tipe 2.

3. Infeksi Parasit

Mengonsumsi ikan mentah yang tidak diproses dengan baik juga berisiko memasukkan parasit ke dalam tubuh.

Meski beberapa parasit mungkin tidak berbahaya, ada yang dapat menyebabkan masalah kesehatan serius.

Menurut Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat, ikan mentah harus dibekukan selama 12 hingga 24 jam sebelum dikonsumsi untuk membunuh parasit berbahaya yang mungkin terkandung di dalamnya.

4. Paparan Merkuri

Ikan yang hidup di perairan yang tercemar limbah industri dapat terkontaminasi merkuri, terutama jenis metil-merkuri, yang berbahaya jika terakumulasi dalam tubuh.

Merkuri dapat mempengaruhi sistem saraf dan membahayakan perkembangan janin, serta berdampak pada ASI ibu menyusui.

Pada anak-anak, paparan merkuri dapat menyebabkan gangguan perkembangan kognitif, masalah motorik, hingga kerusakan organ jika dikonsumsi dalam jangka waktu lama.

Meski ikan mentah memberikan pengalaman kuliner yang khas dan digemari banyak orang, perlu kehati-hatian dalam mengonsumsinya.

Mengutamakan kualitas dan keamanan ikan, serta membatasi frekuensi konsumsi, adalah langkah penting untuk menjaga kesehatan.

Terutama bagi kelompok rentan, risiko kesehatan dari ikan mentah bisa berakibat fatal jika tidak diwaspadai. (Yohana Britney Lifetoranisa Gowasa)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#konsumsi ikan mentah #Bahaya Tersembunyi #berbahaya #ikan mentah