Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sepuluh Bulan 502 Mahasiswa UII Lakukan Konseling, Direktorat Pembinaan Kemahasiswaan Manfaatkan AI  

Fahmi Fahriza • Rabu, 23 Oktober 2024 | 15:20 WIB

 

Ilustrasi mental health. (website/allinforhealthinfo)
Ilustrasi mental health. (website/allinforhealthinfo)

 

SLEMAN - Meningkatnya kepedulian soal kesehatan mental pada generasi muda, termasuk mahasiswa jadi perhatian Universitas Islam Indonesia (UII). UII melalui Direktorat Pembinaan Kemahasiswaan (DPK) akhirnya meluncurkan layanan konseling DPK berbasis Artificial Intelligence (AI)

Psikolog yang juga Kepala Divisi Pembinaan Kepribadian & Kesejahteraan DPK UII Latifatul Laili, saat ini ada tiga layanan konseling yang bisa diakses oleh mahasiswa UII. Meliputi layanan konseling profesional bersama psikolog profesional, layanan konseling sebaya yang dikawal oleh teman-teman PIK-M Aushaf UII, sebagai konselor sebaya yang tidak hanya sebagai konselor tetapi mempromosikan kesehatan mental.

"Ada juga konseling berbasis AI yang membantu kita pada level masalah ringan dan pencegahan masalah kesehatan mental," urainya Selasa (22/10).

Baca Juga: Terdampak Tol Jogja-Bawen, 73 Bidang Tanah di Tiga Desa di Kabupaten Magelang Dapat UGR Rp 57 Miliar

Baca Juga: Sempat Bermasalah Pilkada 2024 Tetap Gunakan Sirekap, KPU Kebumen: Sudah Ada Pengembangan

Layanan konseling berbasis AI ini sebagai bentuk respon dari banyaknya mahasiswa yang meminta layanan konseling. Ia merinci sepanjang 2023, ada sebanyak 810 mahasiswa yang menerima layanan konseling, dan sepuluh bulan pada 2024 sudah sebanyak 502 mahasiswa dan akan terus berkembang.

"Walaupun tentu saja AI tidak akan bisa menggantikan psikolog, jadi kami siap dengan konseling tahap lanjutan," ungkap Dosen prodi psikologi ini.

Layanan konseling ini bisa diakses oleh mahasiswa di setiap level jenjang pendidikan, baik program reguler maupun internasional. "Ini dilaksanakan selama 90 menit setiap sesi konseling, dan bisa diakses maksimal lima kali sesi konseling," bebernya.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Keagamaan, dan Alumni UII Dr. Rohidin mengungkapkan, persoalan mental tersebut jika tidak ditangani dengan optimal maka akan berdampak pada semua lini kehidupan generasi muda.

Rohidin mengapresiasi kepada DPK UII yang selalu berkomitmen dan peduli dengan kesehatan mental civitas akademika. Sebab, ia sendiri juga merasa prihatin dengan banyaknya permasalahan mental yang ada di kalangan mahasiswa. 

Baca Juga: Di Tengah Gelombang Penolakan Peredaran Minuman Beralkohol, Seluruh Polres dan Polresta di DIJ Serentak Musnahkan Miras Sitaan

Baca Juga: Peringati HUT ke-12, RSPAU dr. Suhardi Hardjolukito Bertekad Menjadi Rumah Sakit Rujukan Utama di DIY dan Jawa Tengah

Baca Juga: Peringati HUT ke-12, RSPAU dr. Suhardi Hardjolukito Bertekad Menjadi Rumah Sakit Rujukan Utama di DIY dan Jawa Tengah

Apalagi, di beberapa Forum Pimpinan Perguruan Tinggi Bidang Kemahasiswaan (Forpimawa) DIJ, aspek mental ini ada di pokok bahasan tertinggi dan selalu diperbincangkan. "Kesehatan mental itu kalau dibuat skala prioritas, itu paling tinggi persentasenya," imbuhnya.

Para mahasiswa yang kesehatan mentalnya terganggu, dikhawatirkan justru akan mengambil jalan pintas yang membahayakan dirinya, bahkan lebih memperburuk kondisi kesehatan mentalnya sendiri. "Semoga layanan konseling berbasis AI ini bisa menjangkau banyak mahasiswa dengan ragam isu mental mereka," harapnya.

Sementara itu, Direktur DPK UII Arif Fajar Wibisono mengatakan, layanan ini dibuat sebaik dan seefektif mungkin dalam mengakomodasi mahasiswa UII dalam menjaga kesehatan mentalnya. "Ini langkah awal DPK UII untuk mendampingi mahasiswa melalui layanan-layanan terbaik kami," serunya. (iza/pra)

Editor : Heru Pratomo
#Mahasiswa #konseling #ai #UII #kesehatan mental #Artifical Intelligence #psikologi