Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Seluruh Posyandu di Purworejo Bisa Layani Masyarakat Berbagai Usia, Ini Syaratnya

Jihan Aron Vahera • Jumat, 18 Oktober 2024 | 14:45 WIB
BERI PELAYANAN: Petugas menimbang berat badan anak dalam kegiatan Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) di Kampung Prawirodirjan, Prawirodirjan, Gondomanan, Kota Jogja.
BERI PELAYANAN: Petugas menimbang berat badan anak dalam kegiatan Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) di Kampung Prawirodirjan, Prawirodirjan, Gondomanan, Kota Jogja.

PURWOREJO - Seluruh posyandu desa atau kelurahan di Kabupaten Purworejo ditargetkan terintegrasi dengan integrasi layanan primer (ILP) pada 2028 mendatang. Dengan ILP itu, nantinya pelayanan posyandu akan melayani masyarakat berbagai usia mulai dari bayi hingga lansia.

"Di Purworejo sudah mulai Maret 2024 (ILP). Kalau yang sudah jalan empat desa yaitu Desa Golok (Kecamatan Banyuurip), Pandanrejo (Kecamatan Kaligesing), Lubangkidul (Kecamatan Butuh), dan satu desa di Kecamatan Kemiri," ujar Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Purworejo Ekaningtyas, Kamis (17/10).

Sementara, 23 desa lain masih tahap merintis untuk menerapkan layanan IPL. "Program ini terlaksana dengan mengoptimalkan peran puskesmas di seluruh kecamatan," tambah dia.

Baca Juga: Desak Kejari Sleman Segera Tetapkan Tersangka, Kasus Dana Hibah Pariwisata, Penyidikan sejak April 2023

Baca Juga: Lokasi Pembuangan Sampah Liar di Kota Jogja Terus Bertambah, Satpol PP Siap Seret Pelaku ke Pengadilan

Eka menjelaskan, program ILP adalah bagian dari transformasi bidang kesehatan yang digagas oleh Kementerian Kesehatan. Yaitu, mengintegrasikan layanan primer di posyandu agar layanan kesehatan bagi masyarakat menjadi semakin dekat.

Posyandu ILP  akan melayani seluruh kelompok umur, mulai dari bayi, balita, remaja, anak usia pra dan sekolah, usia produktif, hingga lansia. Adapun layanan yang diberikan yaitu pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan lingkar perut, cek gula darah, konseling kesehatan, hingga penyuluhan kesehatan.  "Jadi masyarakat tidak perlu ke puskesmas. Kalau di-skrining ada masalah nanti dirujuk ke pustu (puskesmas pembantu)," jelasnya.

Pustu tersebut, buka setiap hari jam kerja yaitu Senin sampai Jumat. Yaitu, diisi oleh empat tenaga terlatih yang terdiri dari satu bidan, satu perawat, dan dua kader kesehatan yang sudah menjalani pelatihan. "Biasanya pustu buka hanya seminggu sekali, dengan adanya ILP pustu akan buka setiap hari (jam kerja)," terang Eka. (han/pra)

 

Editor : Heru Pratomo
#lansia #ilp #Kesehatan #bayi #butuh #desa #kaligesing #posyandu #Purworejo