Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jangan Anggap Remeh! Begini Jahatnya Makanan Olahan Tepung pada Kesehatan

Iwa Ikhwanudin • Sabtu, 12 Oktober 2024 | 21:45 WIB
Ilustrasi Bahan-Bahan yang Digunakan untuk Olahan. (AI/ Adobe Frefly)
Ilustrasi Bahan-Bahan yang Digunakan untuk Olahan. (AI/ Adobe Frefly)

RADAR JOGJA - Makanan olahan dari tepung salah satu pilihan paling praktis untuk orang-orang sibuk beraktivas. Namun, di balik rasa lezat dan kemudahannya, makanan olahan tepung ternyata menyimpan berbagai risiko kesehatan yang serius jika dikonsumsi secara berlebihan.

Makanan olahan berbasis tepung, seperti roti putih, pasta, kue, dan biskuit, mungkin sudah menjadi bagian dari pola makan sehari-hari bagi banyak orang.

Beberapa dampak negatif yang bisa ditimbulkan oleh makanan olahan tepung:

1. Tinggi Karbohidrat Sederhana dan Gula Darah Melonjak
Makanan olahan tepung, terutama yang menggunakan tepung terigu halus, mengandung karbohidrat sederhana yang mudah dipecah menjadi gula oleh tubuh. Akibatnya, kadar gula darah dapat meningkat drastis setelah mengonsumsi makanan ini.

Dalam jangka panjang, kebiasaan mengonsumsi makanan olahan tepung dapat menyebabkan fluktuasi gula darah. Yang bukan hanya berisiko diabetes, tetapi juga bisa memicu rasa lapar berlebihan, kelelahan, dan perubahan suasana hati.

2. Miskin Nutrisi
Tepung yang digunakan dalam banyak makanan olahan telah mengalami proses pengolahan yang Panjang. Di mana serat, vitamin, dan mineral penting seperti magnesium dan vitamin B telah hilang.

Kekurangan serat, misalnya, dapat menyebabkan masalah pencernaan seperti sembelit. Sementara rendahnya vitamin dan mineral esensial dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan risiko berbagai penyakit.

3. Memicu Penambahan Berat Badan
Makanan olahan tepung umumnya tinggi kalori tetapi rendah serat dan nutrisi, membuat kita merasa cepat lapar meskipun telah mengonsumsinya. Rendahnya kandungan serat juga membuat proses pencernaan lebih cepat, sehingga tubuh tidak mendapatkan rasa kenyang yang tahan lama.

Karena makanan olahan tepung sering kali disertai dengan gula dan lemak tambahan, konsumsi berlebihan bisa dengan mudah menyebabkan penumpukan lemak tubuh, terutama di area perut, yang berkontribusi pada obesitas.

4. Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung
Sebuah studi menunjukkan bahwa pola makan tinggi karbohidrat, seperti tepung halus bisa meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida. Yang berhubungan langsung dengan peningkatan risiko penyakit jantung.

Selain itu, konsumsi makanan olahan tepung yang berlebihan juga dikaitkan dengan peradangan kronis di dalam tubuh.

Peradangan ini dapat merusak pembuluh darah dan mempercepat proses aterosklerosis, yaitu penyempitan arteri yang dapat menyebabkan serangan jantung atau stroke.

5. Ketergantungan dan Pola Makan Buruk
Makanan olahan tepung, terutama yang tinggi gula, dapat menciptakan efek ketagihan karena memicu pelepasan dopamin di otak, hormon yang bertanggung jawab untuk perasaan senang.

Inilah mengapa makanan seperti roti manis, kue, atau biskuit sering kali sulit untuk ditinggalkan begitu sudah menjadi kebiasaan.


Makanan olahan tepung, meskipun lezat dan mudah di dapatkan, akan tetapi menyimpan banyak dampak negatif bagi kesehatan jika dikonsumsi secara berlebihan. Mulai dari peningkatan risiko diabetes, penyakit jantung, hingga masalah pencernaan.

Mengubah pola makan dengan lebih banyak mengonsumsi makanan alami yang kaya nutrisi adalah salah satu langkah terbaik untuk menjaga kesehatan jangka panjang.**

(Windu Fitri Yansi: Berbagai sumber)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#makanan #jahat #waspada #JAGA #Olahan #Ksehatan #jaga kesehatan #tepung