Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Selalu Berpikir Positif Itu Berbahaya? Ini Alasannya

Iwa Ikhwanudin • Sabtu, 21 September 2024 | 12:06 WIB

 

ilustrasi toxic positivity  (AI Generator)
ilustrasi toxic positivity (AI Generator)

RADAR JOGJA - Kamu mungkin sering dengar kalau berpikir positif itu kunci kebahagiaan.

Tapi, apakah selalu berpikir positif itu baik?

Ternyata, nggak juga. Berpikir positif berlebihan, yang sering disebut toxic positivity, bisa jadi bumerang buat kamu. Kenapa?

Pertama, kamu bisa jadi menekan emosi negatif.

Semua orang pasti punya hari buruk. Kalau kamu terus-terusan mencoba bahagia dan menolak perasaan negatif, lama-lama bisa meledak.

Kita perlu juga mengakui rasa sedih, marah, atau kecewa biar bisa mengatasinya.

Kedua, berpikir positif terus bisa bikin kamu nggak siap menghadapi kenyataan.

Dalam hidup, nggak semuanya berjalan mulus. Kalau kamu terlalu optimistis, bisa jadi kamu lengah atau nggak punya rencana cadangan saat ada masalah besar.

Terakhir, toxic positivity bikin kamu jadi nggak peka sama orang lain.

Kadang, kita cuma perlu mendengarkan teman yang curhat, bukan menyuruh mereka "berpikir positif aja."

Mereka butuh dimengerti, bukan sekadar disemangati.

Jadi, apa solusinya?

Alih-alih hanya fokus pada sisi positif, kita perlu keseimbangan.

Kenali dan terima semua emosi yang datang, baik yang baik maupun yang buruk.

Dengan begitu, kita bisa lebih bijak dalam menghadapi hidup.

Jadi, ingat, berpikir positif itu penting, tapi jangan sampai kita mengabaikan realita, ya! *

(Ndayu Fulandari; dari berbagai sumber)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#berpikir positif kunci kebahagiaan #pura pura bahagia #toxic positivity #Berpikir positif berlebihan