Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Terlalu Lama Tidur Telentang? Waspada Ulkus Dekubitus Mengintai! Begini Gejala dan Cara Mencegahnya

Winda Atika Ira Puspita • Jumat, 20 September 2024 | 22:18 WIB
Seorang nenek yang sedang tidur.
Seorang nenek yang sedang tidur.

RADAR JOGJA – Tidur merupakan salah satu keadaan istirahat terbaik bagi tubuh, yang dapat mengembalikan energi.

Tidur yang cukup membantu menjaga keseimbangan kimia otak yang sehat dan penting untuk kesehatan mental yang baik.

Tak hanya sekadar beristirahat dan memejamkan mata, tidur juga menjadi aktivitas yang sangat penting untuk mengoptimalkan kerja organ tubuh.

Pada usia dewasa, direkomendasikan untuk tidur malam selama 7 sampai 8 jam.

Namun, tidak sedikit orang beranggapan bahwa tidur lama atau melebihi dari batas normal bisa menghilangkan rasa lelah.

Justru sebaliknya, tidur atau berbaring terlalu lama di tempat tidur bisa membuat kita merasa kurang berenergi, misalnya peningkatan risiko munculnya penyakit tertentu.

Pun ada yang mengharuskan tidur terlalu lama seperti karena sakit yang harus berbaring di tempat tidur juga bisa menimbulkan masalah kesehatan yang serius.

Salah satu masalah kesehatan yang muncul adalah ulkus dekubitus, atau yang lebih dikenal sebagai luka baring.

Ulkus dekubitus adalah luka terbuka pada kulit yang terjadi akibat tekanan yang berkepanjangan pada suatu area tubuh.

Tekanan ini dapat menghambat aliran darah ke kulit dan menyebabkan kematian jaringan.

Kondisi ini sering terjadi pada orang yang terbatas mobilitasnya, seperti pasien yang terbaring di tempat tidur dalam waktu lama akibat sakit atau cedera.

Selain tekanan yang berkepanjangan, beberapa faktor lain juga dapat meningkatkan risiko terjadinya ulkus dekubitus, antara lain:

- Gizi buruk: Kekurangan nutrisi, terutama protein, dapat melemahkan kulit dan memperlambat proses penyembuhan luka.
- Usia lanjut: Kulit orang tua cenderung lebih tipis dan kurang elastis, sehingga lebih mudah rusak.
- Kelembapan: Kulit yang lembap dan terus-menerus terkena gesekan dapat meningkatkan risiko terjadinya iritasi dan luka.
- Penyakit kronis: Beberapa penyakit seperti diabetes, penyakit jantung, dan penyakit paru-paru dapat mengganggu sirkulasi darah dan memperlambat proses penyembuhan luka.

Bagaimana Cara Mencegah Ulkus Dekubitus?

Untuk mencegah terjadinya ulkus dekubitus, ada beberapa hal yang dapat dilakukan, yaitu:

- Ganti posisi tubuh secara teratur: Ubah posisi tubuh setiap 2 jam sekali untuk mengurangi tekanan pada area yang sama.
- Jaga kebersihan kulit: Mandi secara teratur dan gunakan sabun yang lembut untuk membersihkan kulit.
- Gunakan alas tidur yang lembut: Pilih alas tidur yang dapat mengurangi tekanan pada tubuh.
- Konsumsi makanan bergizi: Perbanyak konsumsi makanan yang mengandung protein, vitamin, dan mineral untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh dan mempercepat proses penyembuhan luka.
- Konsultasikan dengan dokter: Jika Anda memiliki risiko tinggi terkena ulkus dekubitus, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat.
Gejala Ulkus Dekubitus

Ulkus dekubitus biasanya muncul pada bagian tubuh yang menonjol, seperti tumit, siku, panggul, dan tulang belakang. Gejala awal ulkus dekubitus meliputi:

- Kulit memerah
- Kulit terasa hangat
- Kulit terasa nyeri
- Kulit terasa gatal

Jika tidak segera ditangani, ulkus dekubitus dapat semakin parah dan menyebabkan infeksi. (Eka tRi Ayu Wulandari)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#tidur terlalu lama #waspada #ulkus dekubitus #Kesehatan #masalah kesehatan #berbaring #tidur #tidur telentang #terlalu lama