KULONPROGO – Murid Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTs N) 2 Kulon Progo mengikuti imunisasi Japanese Encephalitis (JE).
JE merupakan salah satu penyebab utama radang otak yang disebabkan virus ensefalitis.
Kepala MTsN 2 Kulon Progo, Muhammad Muslich Purwanto mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga kesehatan anak-anak dengan imunisasi.
"Sehingga kita dapat memiliki generasi emas yang sehat, tangguh, cerdas, dan kuat," kata Muhammad Muchlis Purwanto pada Rabu (18/9/2024).
Dia juga mengingatkan tentang pentingnya mencegah penularan virus JE, karena bisa menyebar melalui gigitan nyamuk Culex yang terinfeksi.
"Hewan seperti babi, kerbau, dan beberapa jenis burung bisa menjadi perantara penularan virus ini," ujarnya.
Nyamuk Culex berkembang di genangan air, kolam, dan lingkungan serupa. Oleh sebab itu masyarakat harus selalu menjaga kebersihan dan memastikan lingkungan bebas dari jentik nyamuk.
Sementara itu guru Bimbingan dan Konseling Luthfia Latifah Hanum menyampaikan peserta imunisasi diikuti siswa berusia 9 hingga 15 tahun.
“Total ada 345 siswa, terdiri dari 128 siswa kelas 7, 128 siswa kelas 8, dan 89 siswa kelas 9,” kata Luthfia.
Terpisah UPTD Puskesmas Temon 2 Dr. Dian Ekawati
membenarkan JE mengakibatkan masalah kesehatan serius bagi kesehatan. Namun dapat dicegah melalui imunisasi.
“Imunisasi menjadi langkah penting untuk melindungi generasi muda dari ancaman penyakit ini,” kata Dian.
Seorang siswi Salsabila Okta Setiawan awalnya mengaku takut disuntik. Namun karene pertimbangan kesehatan dia memberanikan diri.
"Apalagi imunisasibya gratis,” ucap Okta.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan siswa-siswi MTs N 2 Kulon Progo terhindar dari bahaya JE, sekaligus menjadi contoh pentingnya imunisasi bagi kesehatan masyarakat.
Berdasarkan data Nasional, dari tahun 2014 hingga Juli 2023, tercatat 145 kasus JE, dengan 30 kasus di antaranya berasal dari Provinsi Kalimantan Barat.
Tingkat kematian akibat penyakit ini mencapai 20-30 persen, sementara 30-50 persen dari penyintas mengalami gejala sisa seperti kelumpuhan, kejang, hingga cacat berat. (gun)
Editor : Iwa Ikhwanudin