RADAR JOGJA – Minuman dalam kemasan, seperti soda, minuman energi, dan minuman manis lainnya, semakin populer di kalangan konsumen.
Namun, konsumsi berlebihan dari jenis minuman ini dapat menimbulkan risiko kesehatan yang serius, termasuk diabetes dan gagal ginjal.
Para ahli kesehatan mengingatkan pentingnya kesadaran akan dampak jangka panjang dari minuman kemasan terhadap kesehatan tubuh.
Minuman dalam kemasan sering kali mengandung kadar gula yang sangat tinggi.
Konsumsi gula berlebihan dapat menyebabkan lonjakan kadar glukosa dalam darah, yang pada akhirnya dapat memicu resistensi insulin dan diabetes tipe 2.
Menurut data dari Kementerian Kesehatan, meningkatnya prevalensi diabetes di Indonesia sebagian disebabkan oleh kebiasaan mengonsumsi minuman manis secara berlebihan.
Selain risiko diabetes, minuman kemasan juga dapat berkontribusi pada masalah ginjal.
Banyak minuman kemasan mengandung bahan tambahan seperti fosfat dan kafein dalam jumlah tinggi.
Konsumsi berlebihan dari bahan-bahan ini dapat menyebabkan peningkatan beban kerja pada ginjal dan mempercepat kerusakan ginjal.
Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi soda dan minuman energi secara rutin berhubungan dengan peningkatan risiko gagal ginjal.
“Ginjal juga begitu. Kebanyakan gula, tidak bisa diolah, merusak ginjal, terus gagal ginjal. Semuanya. Hati, jantung, pembuluh darah, otak, sistem pencernaan, semua sistem dalam tubuh kita itu tidak ada yang bebas dari komplikasi konsumsi gula berlebih,” ungkap Dokter Spesialis Anak Kurniawan Satria Denta dalam sebuah kanal YouTube.
Meskipun minuman dalam kemasan mungkin menawarkan kenyamanan dan rasa yang menyenangkan, penting untuk menyadari potensi risiko kesehatan yang mereka bawa.
Dengan memperhatikan konsumsi dan membuat pilihan yang lebih sehat, kita dapat mengurangi risiko diabetes dan gagal ginjal serta menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan. (Azka Fahreza Antoni Putra)
Editor : Meitika Candra Lantiva