Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Halus dan Menggemaskan, Bahaya Bulu Kucing Bagi Kesehatan

Meitika Candra Lantiva • Senin, 16 September 2024 | 14:15 WIB

 

Bahaya bulu kucing bagi kesehatan.
Bahaya bulu kucing bagi kesehatan.

RADAR JOGJA - Kucing salah satu hewan unik dan biasa menjadi hewan peliharaan.

Tingkahnya yang menawan, menarik perhatian banyak orang.

Namun, ada yang perlu diperhatikan dalam merawat kucing.

Bukannya tanpa risiko, jika kucing tidak dirawat dengan baik dan diperhatikan kesehatannya, buntunya juga berdampak bagi kesehatan orang-orang di sekitarnya.

Salah satu penyebab penyakit pada kucing adalah bulu yang mudah rontok.

Lembut dan menggemaskan pada bulu kucing, dapat menimbulkan risiko kesehatan.

Meski sejumlah peneliti tidak sepenuhnya membenarkan memelihara kucing berisiko pada kesehatan manusia.

Bulu kucing sebenarnya tidak secara langsung berbahaya bagi kesehatan manusia.

Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait bulu kucing dan kesehatan, terutama bagi individu yang memiliki alergi atau kondisi tertentu.

Berikut beberapa risiko bulu kucing bagi kesehatan:

1. Alergi

Reaksi alergi terhadap bulu kucing adalah yang paling umum.

Bukan hanya bulunya, tetapi juga air liur, urine, dan serpihan kulit kucing yang dapat memicu reaksi alergi.

Gejala alergi yang umum meliputi bersin, hidung tersumbat, mata berair, gatal-gatal, dan bahkan kesulitan bernapas.


2. Asma

Bagi penderita asma, bulu kucing atau protein yang terdapat pada kulit dan air liur kucing dapat memicu serangan asma.

Orang dengan asma mungkin mengalami sesak napas, batuk, atau mengi ketika terpapar bulu kucing.


3. Iritasi Mata

Pada bulu kucing yang terbang dan masuk ke mata dapat menyebebkan iritasi atau bahkan infeksi jika tidak segera dibersihkan.

Hal ini bisa terjadi terutama pada orang yang sering berinteraksi dengan kucing dan sering menyentuh wajah tanpa mencuci tangan terlebih dahulu.


4. Toksoplasmosis

Penyakit ini disebabkan oleh parasit yang terdapat pada kotoran kucing.

Meski tidak semua kucing tertular, namun ada risiko tertular toksoplasmosis jika tidak sengaja terpapar kotoran kucing yang mengandung parasit ini.

Penyakit ini dapat menimbulkan gejala ringan hingga berat, terutama pada ibu hamil dan orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah.

Baca Juga: Cegah Prostitusi Online Anak di Bawah Umur, Pemkot Jogja Perketat Pengawasan Hotel di Kota Jogja


5. Penyakit Kulit

Pada bulu kucing ini dapat membawa jamur atau bakteri yang menyebabkan penyakit kulit seperti kurap, Kurap merupakan infeksi jamur yang sangat menular dan dapat menyebar ke manusia.

Memelihara kucing memang sangat menyenangkan, tetapi bahaya bulu kucing harus Anda waspadai untuk mencegah beragam penyakit di atas.

Jika Anda alergi terhadap bulu kucing atau merasakan keluhan setelah terpapar bulu kucing, jangan ragu untuk memeriksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan. (Septian Adi Nugroho)



Editor : Meitika Candra Lantiva
#bahaya bulu kucing bagi kesehatan #bulu kucing #risiko #Kesehatan #halus #kucing #Menggemaskan #bahaya