Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kenali Bahaya Mengenakan Baju dari Bahan Polyester, Ini Risiko Bagi Kesehatan

Winda Atika Ira Puspita • Kamis, 12 September 2024 | 20:44 WIB

Ilustrasi tag baju berbahan polyester.
Ilustrasi tag baju berbahan polyester.

 
RADAR JOGJA - Polyester, serat sintetis yang populer digunakan dalam industri tekstil karena sifatnya yang tahan lama dan mudah perawatan, ternyata menyimpan potensi bahaya bagi kesehatan.

Meskipun sering dianggap sebagai bahan yang aman, sejumlah penelitian menunjukkan adanya korelasi antara penggunaan pakaian berbahan polyester dengan berbagai masalah kesehatan.

Dan berikut adalah beberapa bahaya yang dapat di sebabkan karena bahan polyester:

- Iritasi Kulit dan Alergi:
Proses pembuatan polyester melibatkan berbagai bahan kimia. Beberapa di antaranya dapat menjadi iritan bagi kulit dan memicu reaksi alergi seperti ruam, gatal-gatal, dan kemerahan.

Polyester juga kurang baik dalam menyerap keringat. Hal ini menyebabkan kulit menjadi lembap dan hangat, menciptakan lingkungan yang ideal bagi pertumbuhan bakteri dan jamur.

Kondisi ini dapat memicu berbagai infeksi kulit. Selain itu serat polyester cenderung menghasilkan listrik statis, terutama saat cuaca kering.

Listrik statis ini dapat menarik partikel debu dan kotoran, yang dapat menyebabkan iritasi kulit.

- Masalah Pernapasan:
Serat polyester sangat halus dan dapat dengan mudah terlepas dari kain.

Ketika kita beraktivitas atau mencuci pakaian berbahan polyester, serat-serat halus ini dapat terhirup dan masuk ke saluran pernapasan.

Partikel-partikel halus ini dapat mengiritasi saluran pernapasan dan memicu atau memperburuk masalah pernapasan seperti asma, batuk kronis, dan alergi.

- Gangguan Endokrin:
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bahan kimia tertentu yang digunakan dalam produksi polyester dapat mengganggu sistem endokrin.

Sistem endokrin bertanggung jawab mengatur berbagai fungsi tubuh, termasuk pertumbuhan, metabolisme, dan reproduksi.

Gangguan endokrin dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan jangka panjang, seperti gangguan tiroid, diabetes, dan masalah kesuburan.

- Pencemaran Lingkungan:
Saat pakaian polyester dicuci, serat-serat mikroplastik yang sangat kecil dapat terlepas dan mencemari lingkungan.

Mikroplastik ini dapat masuk ke dalam rantai makanan dan berpotensi membahayakan ekosistem dan kesehatan manusia.

Meskipun polyester menawarkan sejumlah keuntungan, seperti daya tahan dan kemudahan perawatan, penting untuk menyadari potensi bahayanya bagi kesehatan.

Dengan memilih pakaian yang terbuat dari bahan alami dan memperhatikan label, Anda dapat mengurangi risiko terkena masalah kesehatan yang terkait dengan penggunaan polyester. (Eka Tri Ayu Wulandari)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#industri tekstil #polyester #risiko #bahaya kesehatan #Kesehatan #Bahan Baju Polyester