Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kenali Penyakit-Penyakit yang Sering Muncul Saat Musim Penghujan, Diare Paling Umum

Meitika Candra Lantiva • Senin, 2 September 2024 | 18:46 WIB
Musim Penghujan, anak kecil suka bermain hujan.
Musim Penghujan, anak kecil suka bermain hujan.

RADAR JOGJA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisikal (BMKG) mempredikasi pada September dasarian I-II Pulau Jawa dan sejumlah wilayah lainnya di Indonesia bakal diguyur hujan.

Artinya pada September ini, telah memasuki musim hujan. Kendati di DIY, saat ini belum terjadi hujan.

Namun untuk mengantisipasi kemungkinan dampak buruk musim penghujan, sejumlah hal perlu disiapkan termasuk dalam menjaga kondisi kesehatan.

Ketika musim hujan jenis mikroba akan lebih mudah berkembang biak, dan makin mudah masuk ke tubuh manusia.

Hal ini menyebabkan daya tahan tubuh yang tak prima. Bakteri dan virus cenderung berkembang biak dengan cepat hingga menyebabkan penyakit.

Tubuh harus waspada terhadap serangan penyakit yang datang ketika musim hujan.

Mengutip berbagai sumber, berikut penyakit-penyakit yang sering muncul saat musim hujan. Kenali pencegahannya!


1. Diare


Diare adalah kondisi medis di mana frekuensi buang air besar (BAB) menjadi lebih sering dan tinja menjadi lebih encer atau berair.

Kondisi ini bisa berlangsung beberapa hari dan seringkali disertai dengan gejala lain seperti kram perut, mual, muntah, dan demam.


Pencegahannya:

Untuk mengatasi diare ringan, Anda dapat melakukan beberapa hal berikut:


• Banyak minum air: Ganti cairan yang hilang akibat diare dengan minum air putih, cairan elektrolit (oralit), atau teh herbal.


• Istirahat yang cukup: Tubuh membutuhkan waktu untuk pulih dari diare.


• Hindari makanan padat: Konsumsi makanan yang mudah dicerna, seperti pisang matang, nasi putih, dan roti tawar.


• Hindari makanan pedas, berlemak, dan berserat tinggi: Makanan ini dapat memperparah diare.


• Obat diare: Konsumsi obat diare yang dijual bebas, tetapi ikuti petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan.


2. Flu


Flu atau influenza adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza.

Virus ini menyerang saluran pernapasan bagian atas, seperti hidung, tenggorokan, dan paru-paru.

Flu seringkali disalahartikan dengan pilek biasa, namun flu memiliki gejala yang lebih parah dan dapat menyebabkan komplikasi serius, terutama pada kelompok berisiko tinggi seperti lansia, anak-anak, dan orang dengan kondisi medis tertentu.


Pencegahannya:


Untuk mencegah penularan flu, Anda dapat melakukan beberapa hal berikut;

• Vaksinasi flu: Vaksin flu adalah cara paling efektif untuk mencegah flu. Vaksin ini akan membantu tubuh membentuk antibodi untuk melawan virus influenza.


• Cuci tangan secara teratur: Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama minimal 20 detik, terutama setelah bersin atau batuk.


• Hindari menyentuh wajah: Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang kotor.

Baca Juga: Mengikuti Tradisi Merti Bumi di Desa Wisata Tunggul Arum Yang Terletak di Kawasan Kaki Merapi


• Tutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin: Gunakan tisu untuk menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin, kemudian buang tisu tersebut ke tempat sampah.


• Jaga jarak: Hindari kontak dekat dengan orang yang sakit.
• Istirahat yang cukup: Tidur yang cukup akan membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
• Konsumsi makanan bergizi: Makanan bergizi akan membantu tubuh tetap sehat dan kuat.


3. Demam Berdarah


Demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti.

Penyakit ini bisa sangat berbahaya dan bahkan mengancam jiwa jika tidak ditangani dengan tepat.


3M:


• Menguras: Kuras secara teratur tempat penampungan air seperti bak mandi, vas bunga, dan tempat penampungan air lainnya minimal seminggu sekali.


• Menutup: Tutup rapat tempat penampungan air yang tidak digunakan.
• Mendinginkan: Simpan tempat penampungan air dalam kondisi tertutup rapat.


• Memelihara ikan: Memelihara ikan di tempat penampungan air dapat membantu mengurangi jumlah jentik nyamuk.


• Menggunakan obat nyamuk: Gunakan obat nyamuk baik yang berbentuk lotion, semprot, atau bakar.


• Menanam tanaman pengusir nyamuk: Beberapa tanaman seperti lavender, serai, dan kemangi dipercaya dapat mengusir nyamuk.


• Memakai pakaian yang menutupi tubuh: Saat berada di luar ruangan, gunakan pakaian yang berlengan panjang dan celana panjang untuk melindungi diri dari gigitan nyamuk.


• Pasang kawat kasa: Pasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi untuk mencegah nyamuk masuk ke dalam rumah.


• Vaksinasi: Vaksin dengue tersedia, namun keberhasilannya masih terus diteliti. Konsultasikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut. (Muhammad Ilham)


Editor : Meitika Candra Lantiva
#pencegahan #demam berdarah #Musim penghujan #diare #Hujan #penyakit yang sering muncul saat musim hujan #flu #BMKG #BAB