Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sakit Perut Tinja Encer? Kenali Penyebab Diare, Cara Pengobatan dan Pencegahan!

Meitika Candra Lantiva • Senin, 2 September 2024 | 18:26 WIB
Ilustrasi diare.
Ilustrasi diare.

RADAR JOGJA - Diare merupakan keluhan tinja encer atau encer yang terjadi lebih dari 3 kali dalam sehari.

Diare biasanya disebabkan oleh konsumsi makanan atau minuman yang telah terkontaminasi oleh virus, bakteri, atau parasit.

Meski sebagian besar kasus dapat ditangani dengan perawatan mandiri, terkadang diare perlu ditangani oleh dokter.


Diare bisa disebabkan oleh kebiasaan ngemil yang tidak disengaja, salah satunya adalah mengonsumsi makanan sembarangan.

Misal membeli jajanan pinggir jalan yang tidak ditutup dan cenderung dihinggapi lalat.

Padahal, meski digemari banyak orang, terkadang jajanan kaki lima belum terjamin kebersihannya, misalnya karena disimpan tanpa penutup sehingga menjadi berdebu, atau kotor.

Akibatnya, orang bisa menderita diare setelah makan jajanan pinggir jalan.


Diare tidak buruk, akan membaik dengan sendirinya.

Namun jika tidak ditangani dengan baik, diare bisa semakin parah atau parah dan berujung pada dehidrasi, gangguan elektrolit, bahkan penyakit ginjal.


Penyebab Diare


Diare bisa disebabkan oleh beberapa kondisi, mulai dari infeksi, keracunan makanan, alergi makanan, atau penyakit lain yang bisa menyebabkan diare.

Contoh penyebab diare antara lain:


• Infeksi virus, seperti rotavirus, yang ditandai dengan diare encer dan biasanya terjadi pada anak-anak.


• Infeksi bakteri Campylobacter dan Escherichia coli, biasa disebut keracunan makanan, disebabkan oleh makan makanan yang kurang matang.


• Infeksi bakteri Clostridium difficile, ditandai dengan diare encer dan sakit perut setelah mengonsumsi "antibiotik".

Daging yang tidak mencukupi, terutama ayam, dan daging mentah atau telur setengah matang yang dimasak.


• Infeksi bakteri Salmonella, yang biasanya terjadi akibat konsumsi daging yang tidak mencukupi, terutama ayam, dan daging mentah atau telur setengah matang yang dimasak.


• Amebiasis dan infeksi bakteri Shigella, ditandai dengan feses yang berbau busuk, berdarah atau kental.


• Infeksi Cryptosporidium (kriptosporidiosis), yang terjadi setelah minum atau menelan air yang terkontaminasi secara tidak sengaja.


• Alergi makanan, yang ditandai dengan diare beberapa menit atau paling lama 2 jam setelah mengonsumsi makanan penyebab alergi.


Pengobatan diare

Biasanya, diare mudah diatasi dengan obat-obatan yang dijual bebas seperti bismut sub salisilat.

Probiotik juga kerap dianjurkan untuk menambah bakteri baik dalam saluran pencernaan.


Namun, obat bebas tidak selalu menjadi solusi. Jika diare disebabkan oleh infeksi atau parasit, kamu perlu menemui dokter untuk mendapatkan resep antibiotik.

Penting untuk selalu mengikuti petunjuk pada kemasan saat kamu mengonsumsi obat diare yang dijual bebas.

Aturan untuk mengelola diare pada orang dewasa berbeda dari pada anak-anak.


Selalu tanyakan pada dokter anak sebelum memberikan obat apa pun pada dirinya.

Selain mengonsumsi obat, perawatan lain yang perlu kamu lakukan adalah:


• Minum banyak air dan cairan yang mengandung elektrolit seperti jus, kaldu, minuman olahraga dan air putih.


• Mengubah pola makan dengan menghindari makanan berminyak, berlemak atau digoreng. Makanan yang direkomendasikan saat diare adalah pisang, nasi putih, saus apel dan roti panggang.


• Mengurangi kafein. Makanan dan minuman yang mengandung kafein dapat memberikan efek pencahar ringan, yang dapat memperburuk diare. Makanan dan minuman yang mengandung kafein antara lain kopi, soda diet, teh kental, teh hijau, dan cokelat.


• Menghindari makanan dan minuman yang memicu gas. Contohnya seperti kacang, kubis, kubis Brussel, bir dan minuman berkarbonasi.


• Hindari laktosa. Terkadang, diare juga bisa membuat seseorang tidak toleran terhadap laktosa.

Ini biasanya bersifat sementara dan kamu perlu menghindari makanan yang mengandung laktosa (produk susu) sampai diare hilang.


Pencegahan diare

Diare dapat dihindari dengan menerapkan pola hidup sehat dengan cara sebagai berikut:


* Mencuci tangan secara rutin dengan sabun dan air mengalir, terutama sebelum dan sesudah makan serta setelah dari toilet.


* Cuci buah dan sayuran dan mengubahnya menjadi bahan makanan, seperti daging, hingga matang.


* Jangan makan makanan atau minum air yang belum dimasak.


* Tawarkan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kepada bayi, untuk membantu mereka membentuk antibodi untuk melawan. mikroorganisme penyebab diare.


* Dapatkan vaksin rotavirus untuk melindungi anak-anak dari virus paling umum penyebab diare. (Muhammad Ilham) 



 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#vaksin #kebiasaan #konsumsi makanan atau minuman #bakteri #sakit perut #Kesehatan #diare #dokter #virus