Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Prevalensi Anemia Remaja Putri di Kota Magelang Capai 43 Persen, Diajak Sarapan Sehat dan Konsumsi Tablet Tambah Darah

Naila Nihayah • Sabtu, 31 Agustus 2024 | 15:45 WIB
Penyakit Anemia yang sering dialami oleh remaja putri.
Penyakit Anemia yang sering dialami oleh remaja putri.

RADAR JOGJA -  Prevalensi anemia pada remaja putri cukup tinggi, termasuk di Kota Magelang yang mencapai 43 persen. Sedangkan penurunan prevalensi anemia pada remaja putri merupakan bagian dari upaya penurunan stunting.

Untuk itu, Kemenkes, Kemendikbud, dan Kemenag berkomitmen untuk menyukseskan GABS dan mendorong kampanye sekolah sehat.

"Komitmen itu dilakukan dengan gerakan makan bergizi, minum tablet tambah darah untuk remaja putri seminggu sekali, dan olahraga bersama. Tablet tambah darah didistribusikan oleh puskesmas masing-masing," jelas  Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Magelang Istikomah di selam Gerakan Aksi Bergizi Serentak (GABS) sukses digelar di 24 SMP dan SMA sederajat di Kota Magelang, Jumat (30/8).

Baca Juga: Pemerikaan Bebas Narkoba Langsung oleh BNN, Ketiga Bapaslon Pilkada Gunungkidul 2024 Jalani Pemeriksaan Kesehatan di RSUD Wonosari

Baca Juga: KONI Kota Jogja Kerja Sama dengan Lippo Plaza Berikan Tempat Latihan ke Cabor Anggotanya

Dia mengutarakan, GABS merupakan gerakan nasional dalam rangka percepatan penurunan stunting di Indonesia. Kota Magelang pun sudah 100 persen menggelar GABS.

Menurutnya, sekolah sehat dapat terwujud dengan didukung lima hal. Yakni sehat gizi, fisik, imunisasi, lingkungan, dan jiwa. Kampanye sekolah sehat tidak akan berhenti sampai ini. Karena GABS anak terus dilakukan secara berkelanjutan.

Dia berharap, momentum ini bisa menggugah sivitas pendidikan, bersama lintas sektor, dan lintas program untuk mendorong keberhasilan gerakan ini. "Harapannya terwujud pola hidup sehat, prevalensi anemia dan stunting di Kota Magelang bisa menurun," imbuhnya.

Kepala Sekolah SMPN 8 Kota Magelang Tri Kusnandi mengaku senang GABS digelar, khususnya di sekolahnya. Gerakan ini dinilai baik untuk meningkatkan budaya atau kebiasaan makan makanan sehat sejak dini.

Baca Juga: Cegah Cacar Monyet dengan Pola Hidup Sehat, Dinkes Gunungkidul Imbau Masyarakat Waspada Penularannya

Selain itu, harapannya GABS menjadi budaya positif di SMPN 8 Kota Magelang. "Semoga menjadi kebiasaan yang baik. Apalagi setelah berlakunya lima hari sekolah, siswa butuh asupan nutrisi karena sekolah sampai sore," katanya.

Sementara itu, Wali Kota Magelang Muchamad Nur Aziz berujar, GABS diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya para pelajar. Tentang pentingnya gizi yang baik untuk tumbuh kembang anak.

Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang mendukung perilaku hidup sehat. "Saya mendukung GABS karena makan makanan sehat itu sangat perlu supaya anak-anak bisa sekolah lebih tinggi. Cita-cita jangan hanya sampai SMA tapi sampai sarjana," ujar Aziz.

Makanan bergizi, katanya, bukan makanan cepat saji. Tapi makanan seperti telur, susu, sayur, dan sebagainya.

Editor : Heru Pratomo
#sarapan #dinkes #anemia remaja putri #Kota Magelang #Prevalensi #makanan bergizi