Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Hindari Generasi Stunting, Remaja di Kapanewon Srandakan Diberi Pengetahuan Kespro dan Penyakit Menular Seksual

Khairul Ma'arif • Rabu, 21 Agustus 2024 | 04:35 WIB
FOKUS: Pemaparan ahli soal remaja agar terhindar dari stunting di Kedai Destinasi Bendo Nyawiji, Trimurti, Srandakan Selasa (20/8/2024).
FOKUS: Pemaparan ahli soal remaja agar terhindar dari stunting di Kedai Destinasi Bendo Nyawiji, Trimurti, Srandakan Selasa (20/8/2024).

 

RADAR JOGJA - Sekitar 60 remaja di Kapanewon Srandakan, Bantul mendapat pemaparan dari para ahli kesehatan. Itu agar tumbuh kembangnya dapat menjadi remaja yang sehat dan hebat. Edukasi tersebut dilangsungkan di Kedai Destinasi Bendo Nyawiji, Trimurti, Srandakan Selasa (20/8/2024). 

Edukasi tersebut diselenggarakan oleh Puskesmas Srandakan bekerja sama dengan Departemen Obgyn FKKMK UGM. Didukung oleh Bank BPD DIY dan juga Crew Destinasi Wisata Bendo Nyawiji. 

Pemateri dr Pramudita Putri Dyatmika Mandegani menyampaikan, kalangan remaja penting untuk mengetahui kesehatan reproduksi (Kespro). Termasuk penyakit-penyakit menular seksual.

Selain itu, dalam pencegahan stunting konsumsi tablet tambah darah sepekan satu kali sangat penting. 

Efek anemia pada remaja dapat berdampak ketika nanti saat masa kehamilan. "Mempersiapkan kehamilan sehat dari remaja sehat," katanya.

Ketika semasa remaja tidak diperhatikan sangat rentan dapat melahirkan anak yang mengalami stunting di kemudian hari. 

Ega mengatakan, problem anemia remaja karena kurang patuhnya konsumsi obat penambah darah dengan alasan rasa tidak enak dan membuat mual. Kondisi itu mengakibatkan cakupannya belum terpenuhi. 

Selain itu, asuhan pra-konsepsi penting diketahui oleh remaja. Tujuannya adalah menilai risiko dan intervensi lebih dini. Menuntaskan masalah yang ditemukan sebelum hamil. "Agar output-nya baik dan anak lahir tidak stunting," sebutnya. 

Kepala Dinas Kesehatan Bantul Agus Tri Widiyantara. Dia menambahkan, sosialisasi tentang masalah kesehatan remaja penting untuk diberikan kepada anak-anak usia sekolah. Untuk mencegah permasalahan kesehatan yang diakibatkan gaya hidup tidak sehat. 

Selain itu, untuk mempersiapkan kesehatan reproduksi yang optimal. Baik pada remaja putra maupun putri. Sebagai upaya mempersiapkan remaja untuk memasuki masa dewasa. "Agar ketika sudah menikah bisa mempersiapkan kehamilan yang sehat mencegah kematian ibu dan bayi, serta stunting," ungkapnya. (rul/eno)

Editor : Satria Pradika
#FKKMK UGM #kesehatan reproduksi #Stunting #Bank BPD DIY #Dinas Kesehatan Bantul #Destinasi Bendo Nyawiji #pencegahan stunting #Kespro