Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Izin Praktik Masih Berlaku, Wabup Kebumen Ristawati Kembali Jadi Nakes, Luwes Suntik Balita di Puskesmas Pejagoan

Muhammad Hafied • Selasa, 6 Agustus 2024 | 10:30 WIB
DEKAT MASYARAKAT : Wakil Bupati Kebumen Ristawati Purwaningsih ikut ambil bagian saat peluncuran program screening TB balita stunting di Desa Kuwayuhan, Kecamatan Pejagoan, Senin (5/8).
DEKAT MASYARAKAT : Wakil Bupati Kebumen Ristawati Purwaningsih ikut ambil bagian saat peluncuran program screening TB balita stunting di Desa Kuwayuhan, Kecamatan Pejagoan, Senin (5/8).

RADAR JOGJA - Wakil Bupati Kebumen Ristawati Purwaningsihmasih cukup terampil meyuntik bocah, meski tak lagi aktif berdinas sebagai tenaga kesehatan (nakes). Modal pengalaman menjadi bidan tak dibuang begitu saja, meski sekarang ia sudah menjabat sebagai Wakil Bupati Kebumen.

 

Dengan mengenakan pakaian dinas harian (PDH) berwarna khaki, Rista masih terlihat luwes menyyuntik balita. Ia ikut ambil bagian saat peluncuran program skrining TB balita stunting di Desa Kuwayuhan, Kecamatan Pejagoan, Senin (5/8).

Rista langsung turun tangan memberikan suntikan vitamin kepada bocah secara bergilir. Orang nomor dua di lingkup Pemkab Kebumen itu ikut memegang peralatan yang disuntikkan bersama nakes lain.

Baca Juga: Mbah Sarno Veteran yang Tinggal di Bekas Kandang Ayam Dapat Bantuan Sembako dari Presiden RI, Rumah Tak Dapat Diperbaiki, Rencanakan Bansos Rutin dari

Baca Juga: Carlo Ancelotti Tidak Khawatir Tentang Hasil Yang Didapat Real Madrid di Pramusim, Kok Bisa?

Baca Juga: Sewa KJPP untuk Taksir PBB P2 YIA, BKAD Kulon Progo Taruma Nilai Pajak Rp 28 M Tinggal Rp 7 M

Tak ada sekat saat pencanangan program bebas stunting tersebut. Ia pun terlihat tak canggung menggendong bayi yang menangis setelah diberikan suntikan suplemen. "Surat izin saya masih berlaku. Saya memberikan injeksi sebagai bentuk dukungan agar balita kita sehat," katanya.

Bagi Rista, memiliki latar belakang nakes menjadi anugerah tersendiri. Pengalaman dulu bertugas di Puskesmas dianggap penting untuk lebih dekat dengan masyarakat. Dari hal ini, ia pun merasa memiliki tanggung jawab lebih di bidang kesehatan. "Hari ini dalam rangka skrining penyakit TBC. Kami melakukan tes. Harganya mahal kalau di rumah sakit. Kalau di puskesmas gratis," jelasnya.

Selama menjabat, Rista mengaku cukup peduli terhadap isu kesehatan, termasuk stunting. Bahkan, penanganan dan pencegahan stunting masuk dalam skala prioritas pemkab. Ia bersyukur, di Kebumen kini telah hadir peraturan daerah soal stunting. Hal ini menjadi bukti nyata atau intervensi pemkab dalam mewujudkan zero stunting.

Baca Juga: Pemancing Tenggelam di Sungai Opak Bantul Ditemukan dalam Keadaan Meninggal Dunia, Kenali Warga Asal Pundong

Baca Juga: Pemkab Sleman Targetkan Pemeliharaan Jalan Sepanjang 240 Kilometer pada tahun 2024

Baca Juga: Tawuran Libatkan Pelajar SMP di Kabupaten Magelang, Seorang Warga Tewas dan Dua Terluka Terkena Sajam, Polisi Tangkap Tujuh Pelaku

Sebelum raperda stunting bergulir, kata Rista, pemerintah daerah juga telah melakukan berbagai upaya. Terbukti, angka penurunan prevalensi stunting telah melampaui target. Dari target 11,6 persen, justru turun menjadi 10,6 persen. “Sebelum saya menjabat, angka stunting itu masih 16 persen. Lambat laun turun, sampai target zero stunting,” terangnya.

Menurutnya, penanganan perlu dilakukan sejak dini agar anak terhindar dari ancaman stunting atau malnutrisi. Antara lain melalui upaya pencegahan penyakit menular yang berpotensi mengganggu tumbuh kembang dan kesehatan anak. “Bagi anak yang badannya tidak naik atau anggota keluarga terkena penyakit TBC harus di skrining agar tidak menular kepada anak-anak,” jelasnya.

Sejauh ini, penanganan stunting juga telah diawali sejak usia pra nikah dan ibu hamil. Selain itu, dilakukan upaya pencegahan secara masif dengan memberikan edukasi tentang bahaya gizi kronis. Kemudian, pemerintah juga gencar memberikan makanan tambahan kepada ibu menyusui serta balita beresiko stunting. “Fokus kami bagaimana stunting dicegah dari usia remaja atau sebelum nikah,” tuturnya. (pra)

 

Editor : Heru Pratomo
#skrining tbc wbp #persen #kebumen #wakil bupati #izin praktik #Ristawati Purwaningsih #Stunting #puskesmas