Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Solusi Atasi Stunting Gunakan Daging Kurban, Pemkab Gunungkidul: Jangan Hanya Disimpan di Freezer

Andi May • Minggu, 14 Juli 2024 | 00:20 WIB
Ilustrasi daging kurban.
Ilustrasi daging kurban.

 

 

RADAR JOGJA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul memanfaatkan daging kurban untuk mengatasi stunting. Hal itu dikarenakan banyaknya jumlah daging yang beredar setiap perayaan Idul Adha.

 

 

Pemkab Gunungkidul bersama Kementerian Agama (Kemenag) meluncurkan program bertajuk 'Gerakan Peduli Gunungkidul : Kurban For Stunting di PLHU Kemenag Kantor Kemenag Gunungkidul, Jumat (12/7).

 

 

"Banyak daging yang hanya disimpan dalam freezer atau kulkas tanpa dimanfaatkan dengan optimal," ujar Kepala Kantor Kemenag Gunungkidul Sa'ban Nuroni.

 

 

Daging kurban nantinya akan diolah menjadi kornet kaleng yang akan diharapkan dapat membantu mengurangi dan mencegah stunting di Gunungkidul. Produk ini kemudian akan didistribusikan kepada keluarga yang rentan mengalami stunting. Selain itu, gerakan ini juga mendapatkan dukungan dari Bank Syariah Indonesia (BSI).

 Baca Juga: Usulan Pemkot Jogja untuk Pengadaan RTHP Rp 12,5 M Disoal Legislatif, Penanganan Sampah Belum Tuntas

Baca Juga: Mayat Bocah Belum Sunat yang Terapung di Perairan Pantai Baron Dimakamkan di TPU Pucung, Polisi Kesulitan Cari Keluarganya

Baca Juga: Ada Indikasi Aliran Dana Pinjol Ilegal ke Judol, OJK Blokir 4.921 Rekening

"Program prioritas Kemenag untuk mengoptimalkan dana umat. Kami merasa terpanggil untuk berkontribusi," katanya.

 

 

Gerakan ini menawarkan tiga konsep partisipasi pertama, masyarakat bisa menyerahkan dana. Kedua menyerahkan hewan kurban  atau ketiga mengumpulkan daging untuk dijadikan kornet kaleng yang siap diedarkan.

 

 

"Pada tahap awal, akan dibagikan sebanyak 300 kaleng, dengan target 2000 kaleng pada tahun 2025," tegasnya.

 Baca Juga: Ibu Pembuang Bayi di Lendah Baru Lulus SMP, Dinsos Kulon Progo Lakukan Pendampingan, Keduanya Jadi Korban

Baca Juga: Jamasan Kereta Keraton Jogja Kini Dilakukan Tertutup, Jadi Barang Pusaka sehingga Tidak Boleh Didokumentasilkan

 

Bupati Gunungkidul Sunaryanta menyebutkan, bahwa saat ini angka stunting di Bumi Handayani mencapai 22 persen berdasarkan data nasional, dengan target penurunan hingga 14 persen.

 

 

"Ke depan, bisa mempertimbangkan penggunaan kemasan kaca untuk alasan lingkungan, karena kaleng sulit didaur ulang dan bisa menumpuk," sarannya.

 

 

Gerakan ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi stunting di Gunungkidul, sekaligus memanfaatkan daging kurban secara lebih efektif dan efisien. (ndi)

Editor : Heru Pratomo
#daging kurban #Freezer #pemkab #Gunungkidul #Stunting