Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Malas Gerak? Hati-Hati Terserang 7 Penyakit Ini, Mulai dari Obesitas hingga Kulit Kusam

Adinda Ayu Farhani • Sabtu, 15 Juni 2024 | 22:55 WIB
Malas gerak ternyata bisa meningkatkan risiko gangguan penyakit tertentu bahkan bisa berakibat fatal.
Malas gerak ternyata bisa meningkatkan risiko gangguan penyakit tertentu bahkan bisa berakibat fatal.

RADAR JOGJA – Hati-hati untuk Anda yang malas gerak atau dikenal mager, waspadalah. Sebab rasa malas justru bisa meningkatkan risiko penyakit tertentu bahkan berakibat fatal.

Penyakit akibat rasa malas bukan hanya sekedar mitos belaka. Menurut Halodoc.com, ada 7 penyakit akibat malas gerak.

Berikut penjelasannya.

1. Susah buang air besar
Susah buang air besar atau sembelit merupakan penyakit yang disebabkan oleh rasa malas bergerak.

Jika tubuh tidak aktif atau tidak banyak bergerak, maka organ-organ yang ada di dalamnya (termasuk usus dan organ pencernaan lainnya) pun ikut tidak aktif.

Hal ini menyebabkan usus tidak berfungsi maksimal dan menyebabkan sembelit.

2. Sakit Lutut
Kebiasaan bermalas-malasan ternyata dapat mempengaruhi kesehatan persendian Anda, terutama lutut.

Kondisi ini bisa disebabkan oleh seringnya mengunci sendi saat tubuh tidak banyak bergerak.

3. Penyakit pernafasan
Jika anda sering merasakan sesak atau sesak nafas, itu tandanya tubuh anda kurang bergerak.

Hal ini diduga terjadi karena otot-otot yang bertugas memompa udara ke paru-paru mengalami gangguan karena tubuh terlalu malas untuk bergerak.

Jika Anda tidak berolahraga, otot Anda akan melemah dan Anda akan sesak napas.

Baca Juga: Dispar Kota Jogja Optimis, Long Weekend dan Libur Sekolah Dongkrak Kunjungan Wisata Jogja Signifikan

4. Obesitas
Penyakit akibat rasa malas selanjutnya adalah obesitas atau kelebihan berat badan.

Hal ini bisa terjadi karena rendahnya jumlah kalori yang terbakar akibat jarangnya pergerakan tubuh.

Kondisi ini bisa semakin parah jika Anda malas beraktivitas dengan kebiasaan makan berlebihan.

5. Penyakit kardiovaskular
Pada kondisi parah, kebiasaan malas bergerak juga dapat mempengaruhi kesehatan jantung.

Sehingga, dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan serangan jantung.

6. Anda mudah stres
Akibat malas berikutnya adalah masalah psikologis. Kebiasaan bermalas-malasan bisa membuat seseorang mudah stres dan rentan mengalami mood swing atau perubahan suasana hati yang cepat.

7. Kulit kusam
Jika ingin terus-menerus berbaring, waspadalah terhadap kulit kusam. Jadi selain penyakit fisik dan mental, kebiasaan bermalas-malasan bisa membuat kulit menjadi kusam atau kehilangan cahayanya.

Hal ini diyakini disebabkan oleh gangguan metabolisme dan imun yang muncul akibat malas bergerak.

Menurut laman yankes.kemkes.go.id, rasa malas juga bisa berakibat fatal bagi seseorang. Menurut WHO, gaya hidup sedentari atau malas bergerak merupakan salah satu dari 10 penyebab kematian di dunia.

Pada tahun 2008, European Prospective Investigation into Cancer and Nutrition (EPIC) melaporkan bahwa kemalasan menyebabkan kematian dua kali lebih banyak dibandingkan kematian karena obesitas.

Melihat fakta tersebut, kita akan mengubah kebiasaan malas gerak kita mulai sekarang.

Ingatlah bahwa gaya hidup malas tidak serta merta muncul, melainkan mulai muncul bertahun-tahun setelah menjadi rutinitas.

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#mitos #Terserang Penyakit #malas gerak #mager #obesitas #kulit kusam #risiko penyakit #fatal