Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Apa Itu Rokok? Yuk Kenali Pengertian, Sejarah dan Dampak Bagi Kesehatan Tubuh!

Meitika Candra Lantiva • Selasa, 11 Juni 2024 | 18:30 WIB
Ilustrasi aktivitas merokok dan zat kandungan dalam rokok.
Ilustrasi aktivitas merokok dan zat kandungan dalam rokok.

RADAR JOGJA - Aktivitas merokok bukan hal baru lagi di kalangan muda.

Kegiatan merokok entah di tongkrongan maupun di tempat umum, sudah menjadi aktivitas biasa bagi sebagian orang.

Tapi apakah kalian mengetahuinya bahwa aktivitas merokok selain dapat menimbulkan berbagai macam penyakit kesehatan, juga dapat menyebabkan dampak lainnya?

Merokok menyebabkan dampak kesehatan yang begitu banyak dan taukah kalian bahwa Indonesia masih memperoleh skor yang tinggi?

Yuk simak apa itu pengertian dari rokok, bagaimana sejarah singkatnya, apa saja akibat paparan dari asap rokok ini berikut sudah Radar Jogja rangkum informasinya.

1. Apa itu Rokok ?

Dilansir dari berbagai sumber rokok adalah gulungan kertas yang berisikan tembakau kering yang diparut atau digiling dan dibungkus dengan kertas atau bahan lain.

Bentuk dari rokok adalah silinder yang dibungkus kertas atau bahan lain.

Rokok memiliki ukuran panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung negara)dengan diameter sekitar 10 mm. Di dalam gulungan rokok terdapat tembakau kering.

Dengan dibakar pada salah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada ujung lainnya.

Dilansir dari dinkes.malangkota.go.id, rokok merupakan benda yang dapat diisap dan mengeluarkan sekitar 4.000 bahan kimia berbahaya, di antaranya yang paling berbahaya adalah Nikotin, Tar, dan CO.

Nikotin dapat menyebabkan ketagihan dan penyakit jantung, Tar dapat menyebabkan kanker.

Sementara Karbon Monoksida (CO) dapat menyebabkan gangguan fungsi jaringan.

Dilansir dari telemed.ihc.id, Nikotin merupakan senyawa kimia alami yang terkandung dalam berbagai tumbuhan.

Tidak hanya bersifat stimultant ringan, nikotin juga bersifat adiktif sehingga mampu memberikan efek ketergantungan yang mengakibatkan para perokok aktif kesulitan untuk meninggalkannya.

Sebetulnya nikotin bukanlah penyebab utama dari penyakit yang dialami akibat rokok, UK Royal College of Physicians atau sebuah institusi medis di Inggris melakukan penelitian yang menghasilkan.

Nikotin bukan penyebab utama penyakit yang dialami akibat merokok, melainkan kandungan berbahaya lain dari asap rokok akibat pembakaran.

Melansir dari berbagai sumber tar adalah campuran dari berbagai zat kimia yang terbentuk saat rokok terbakar.

Tar mengandung sejumlah besar zat karsinogenik (penyebab kanker) yang dapat merusak jaringan paru-paru dan menyebabkan kanker.

Selain itu Karbon Monoksida (CO) adalah gas beracun yang dihasilkan saat pembakaran rokok.

Karbon Monoksida ini mengikat erat pada hemoglobin dalam darah, mengurangi kapasitas darah untuk membawa oksigen, yang pada gilirannya dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan tubuh.

2. Apa Akibat Paparan Asap Rokok ?

Masih melansir dinkes.malangkota.go.id, akibat paparan asap rokok secara terus menerus bisa menyebabkan berbagai penyakit di antaranya yakni penyakit jantung, paru-paru dan kanker yang berakhir pada kematian.

Lalu untuk anak - anak yang terpapar asap rokok secara tetap di lingkungannya mengakibatkan peningkatan infeksi saluran pernafasan kronis, infeksi telinga bagian tengah, penurunan fungsi paru dan asma.

Lalu pada wanita yang bukan perokok selama kehamilannya dapat menyebabkan penurunan pertumbuhan janin dan risiko kematian mendadak pada bayi.

Selain itu asap rokok juga sumber polusi ruangan yang secara langsung dapat mengganggu kondisi fisik seperti iritasi mata dan hidung, sakit kepala, tenggorokan serak, batuk, kepala pusing dan gangguan pernafasan.

3. Menempati Peringkat Ke Berapa Indonesia Pada Global Tobacco Index Score ?

Hasil survei Global Tobacco Industry Interference Index (TII) tahun 2023, Indonesia masih menempati skor tertinggi yakni 84 menempati urutan keempat setelah Republik Dominika, Switzerland, dan Jepang.

masih melansir dari sumber yang sama, tercatat pada tahun 2021, sebanyak 290,444 kematian diakibatkan oleh tembakau.


4. Asal-usul rokok

Melansir dari berbagai sumber perkembangan rokok dimulai untuk pertama kalinya adalah suku bangsa Indian di Amerika, untuk keperluan ritual seperti memuja dewa atau roh.

Pada abad 16, ketika bangsa Eropa menemukan benua Amerika, sebagian dari para penjajah eropa juga ikut mencoba mengisap rokok dan kemudian membawa tembakau ke Eropa.

Tapi berbeda dengan bangsa Indian yang merokok untuk keperluan ritual, di Eropa orang merokok hanya untuk kesenangan semata.

Lalu pada abad 17 para pedagang Spanyol masuk ke Turkiye dan saat itulah kebiasaan merokok mulai masuk ke negara - negara islam.

Di abad ke 19, rokok mulai populer di seluruh dunia, rokok diproduksi secara massal dan dijual secara komersial.

Terutama, rokok mulai digunakan oleh tentara Eropa selama Perang Dunia II, saat itu rokokmasih dianggap sebagai produk yang aman untuk digunakan, yang digunakan untuk menghilangkan stres, dan memberikan pengalaman nikmat.

Namun, pada abad ke - 20, penelitian mulai menunjukkan bahwa rokok berbahaya bagi kesehatan.

5. Sejarah Singkat Rokok Di Indonesia

Dilansir dari ttu.inews.id Rokok pertama kali diperkenalkan di Indonesia pada abad ke - 17 oleh pedagang dari Eropa, terutama dari Belanda.

Pada awalnya, rokok dianggap sebagai barang mewah dan diperuntukkan bagi kaum bangsawan dan pejabat kolonial saja.

Namun seiring waktu berjalan, rokok mulai menyebar ke berbagai lapisan masyarakat.

Pada masa kolonial, industri rokok berkembang pesat di Indonesia, belanda memperkenalkan perkebunan tembakau dan memanfaatkan tenaga kerja lokal untuk mengolah dau tembakau tersebut menjadi produk rokok.

6. Siapa saja yang disebut perokok aktif dan pasif?

Melansir dari situs yang sama dinkes.malangkota.go.id, disebutkan bahwa perokok aktif adalah orang yang mengkonsumsi rokoksecara rutin dengan sekecil apapun, walaupun itu hanya 1 batang dalam sehari.

Atau orang yang mengisap rokok walau tidak rutin sekalipun atau hanya sekedar mencoba-coba.

Perokok pasif adalah orang yang bukan perokok tetapi menghirup asap rokok orang lain atau orang yang berada dalam satu ruangantertutup dengan orang yang sdang merokok. (Bayu Prambudi Susilo)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#nikotin #perang dunia ii #eropa #akibat #paparan asap rokok #Aktivitas #Dampak Bagi Kesehatan #peringkat merokok di Indonesia #tubuh #karbon monoksida #tar #merokok #sejarah #zat kandungan rokok #rokok #Asal usul rokok #kalangan muda #Pengertian