RADAR JOGJA - Mimisan atau dalam istilah medis Epistaksis sering terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari mulai dari tidur, istirahat, beraktivitas, mulai dari umur anak-anak hingga dewasa.
Epistaksis adalah suatu kondisi di mana pembuluh darah di permukaan hidung mengalami pendarahan.
Epistaksis dapat terjadi pada salah satu atau kedua lubang hidung, dan durasinya bisa berbeda – beda.
Mimisan ada yang hanya berlangsung beberapa detik, namun ada juga yang berlangsung lebih dari 20 menit.
Meskipun mimisan jarang menimbulkan kekhawatiran, namun pada kasus yang parah, mimisan dapat mengancam jiwa.
Oleh karena itu penting untuk mengetahui penyebab utama dan gejala mimisan.
Penyebab dan gejala mimisan:
Mimisan biasanya disebabkan oleh trauma lokal, namun bisa juga disebabkan oleh infeksi hidung atau sinus, menghirup udara kering dalam waktu lama.
Mimisan biasanya terjadi pada anak-anak. Namun hidung penuh dengan pembuluh darah, sehingga cedera ringan pada wajah bisa menyebabkan hidung mengeluarkan darah.
Umumnya mimisan disebabkan oleh beberapa hal, seperti:
• Hidung terkena pukulan keras.
• Kondisi hidung terlalu kering, setelah itu mendapati suhu lingkungan yang drastis berubah secara mendadak.
• Dislokasi atau patah tulang hidung.
• Membersihkan hidung Anda terlalu dalam.
Namun, ada juga masalah pendarahan yang perlu ditelusuri dan diselidiki lebih detail, yaitu jika pendarahan sering terjadi secara tiba-tiba dan sulit dihentikan, yang mungkin menandakan:
• Hipertensi.
• Paparan bahan kimia yang mengiritasi hidung, misalnya ammonia.
• Masuknya benda asing
• Kanker nasofaring
• Penyakit aterosklerosis
• Gangguan pembekuan darah seperti hemofilia atau penyakit von Willebrand
• Obat-obatan tertentu, misalnya seperti warfarin, heparin atau aspirin.
• Kemungkinan risiko anemia atau hemofilia.
• Konsumsi suplemen pengencer darah biasa seperti minyak ikan, omega 3, atau ginkgo biloba.
Beberapa orang, misalnya remaja berusia sekitar 11 tahun, terkadang mengalami mimisan mendadak tanpa sebab yang jelas. Selain itu juga terjadi pada lansia dan ibu hamil.
Menghentikan mimisan secara tiba-tiba:
Anda dapat menghentikan mimisan sendiri atau tanpa mengunjungi puskesmas/rumah sakit.
Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan jika Anda mengalami mimisan secara tiba-tiba:
• Duduk dan bersandar dengan nyaman dan jaga kepala tetap lurus ke depan.
• Tutup hidung atau sumbat secara perlahan selama 10-15 menit untuk menghentikan pendarahan.
• Cobalah bernapas melalui mulut Anda.
Perlu diperhatikan bahwa langkah ini hanya cocok untuk epistaksis dengan gejala ringan.
Tanda-tanda mimisan serius:
Seperti sebelumnya, mimisan mungkin tidak menunjukkan masalah serius. Namun dilansir dari laman resmi National Health Service (NHS), ada beberapa gejala mimisan yang dapat mengindikasikan adanya masalah serius, yaitu:
• Mimisan yang tidak kunjung berhenti selama 10-15 menit.
• Darah yang keluar terlihat dan terasa berlebihan meski hanya sesaat.
• Darah yang keluar tertelan di dalam dan menyebabkan muntah.
• Langsung merasa pusing dan lemas.
• Pendarahan yang menyebabkan sakit kepala.
• Terjadi pada anak di bawah usia 2 tahun.
• Kesulitan bernafas.
• Sering terjadi secara sering.
Jika Anda mengalami salah satu atau beberapa gejala serius tersebut, segera periksakan dan hubungi dokter terdekat untuk mengetahui penyebabnya.