Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Putus Sekolah di Kelas 1 SD Gegara Punya Adik Kembar, Perempuan di Magelang Ini Jadi Akseptor KB 

Naila Nihayah • Kamis, 6 Juni 2024 | 16:10 WIB
safari KB ini dirasa penting dalam melakukan perencanaan keluarga.
safari KB ini dirasa penting dalam melakukan perencanaan keluarga.

 

RADAR JOGJA -Seorang akseptor KB asal Kecamatan Dukun Muryani menuturkan pengalaman masa kecilnya.  Di masa kecil, dia punya pengalaman harus putus sekolah saat duduk di bangku SD kelas 1. Lantaran ibunya melahirkan anak kembar.


Mau tidak mau, Muryani harus membantu sang ibu mengasuh kedua adiknya tersebut. Dampaknya, perempuan 37 tahun ini tidak bisa menulis, meski bisa membaca. "Saya tidak ingin anak-anak mengalami apa yang saya alami dulu. Sekarang saya sudah dua anak," bebernya Rabu (5/6). 

Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPKB PPPA) Kabupaten Magelang menargetkan ada 6.759 akseptor pada pelayanan KB serentak. Kegiatan itu selaras dengan program BKKBN.


Kepala Dinsos PPKB PPPA Kabupaten Magelang Bela Pinarsi mengutarakan, untuk mencapai target itu, ada sejumlah kegiatan yang dilakukan. Seperti safari KB yang telah djlaksanakan di Tamanagung, Muntilan.

Adapun sasarannya sejumlah 126 akseptor dari Kecamatan Dukun dan Kecamatan Muntilan. Dengan jenis KB yang dilayani berupa Implan dan IUD. "Kami menargetkan sebanyak 6.759 akseptor dengan jenis KB meliputi IUD, implan, MOW, MOP, suntik, pol dan kondom," bebernya, Rabu (5/6).


Tingginya partisipasi KB di Kabupaten Magelang tidak lepas dari peran penting para penyuluh KB. Mereka menjadi garda terdepan yang melakukan pendekatan kepada para calon akseptor. Ada beragam cara yang dilakukan penyuluh KB dalam menarik masyarakat agar mau ber-KB.

Koordinator Penyuluh KB dari Kecamatan Dukun Nanang Alifa Yusron mengatakan, telah melakukan berbagai cara agar tingkat partisipasi masyarakat semakin tinggi. Satu di antaranya melakukan kolaborasi dengan program keluarga harapan (PKH).

"Jadi keluarga penerima manfaat PKH kami ajak untuk KB, cara ini efektif untuk menambah akseptor. Harapan kami, keluarga PKH bisa merencanakan keluarganya ke depan dengan baik," ungkapnya. (aya)

Editor : Heru Pratomo
#iud #dua anak #Dinsos PPKB PPPA kabupaten magelang #akseptor KB #Dukun