RADAR JOGJA-Dapat tidur dengan nyenyak bisa dibilang merupakan anugrah besar bagi sebagian besar orang. Terlebih bagi mereka yang mengidap insomnia. Insomnia adalah jenis gangguan tidur yang terjadi ketika seseorang mengalami kesulitan atau tidak bisa tidur.
Jika hanya terjadi sekali atau dua kali saja mungkin tidak terlalu masalah. Namun, jika terjadi secara berkepanjangan, tentu akan berimbas pada kesehatan tubuh. Lantas, apa sajakah kondisi atau penyakit yang bisa ditimbulkan oleh insomnia ?
1. Peningkatan Risiko Penyakit Fisik
Insomnia yang terjadi secara berkepanjangan dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit fisik, diantaranya seperti :
-Stroke
-Kejang
-Sistem kekebalan tubuh lemah
-Kepekaan terhadap rasa sakit
-Peradangan
-Obesitas
-Diabetes mellitus
-Tekanan darah tinggi
-Penyakit jantung
Baca Juga: KA Bandara Tambah Jam Keberangkatan, Antisipasi Lonjakan Selama Liburan Sekolah, Ini Jadwalnya ...
2. Peningkatan Risiko Gangguan Kesehatan Mental
Tidak hanya berdampak pada fisik saja, insomnia berkepanjangan juga dapat mengakibatkan kesehatan mental menjadi terganggu. Diantara gangguan kesehatan yang umum terjadi akibat insomnia adalah kecemasan hingga depresi.
Hal ini dapat terjadi karena kurang tidur dapat meningkatkan hormon kortisol atau yang dikenal dengan sebutan hormon setres. Sehingga, orang yang mengalami insomnia cenderung lebih mudah cemas dan khawatir akan banyak hal.
3. Peningkatan Risiko Kecelakaan
Kualitas tidur yang buruk akibat insomnia dapat menempatkan seseorang pada risiko kecelakaan yang lebih besar lagi. Hal ini dapat terjadi karena terganggunya waktu tidur di malam hari membuat pengidap insomnia merasa lelah dan mengantuk di siang hari.
4. Harapan Hidup Menjadi Lebih Pendek
Risiko paling buruk akibat insomnia selanjutnya adalah dapat memperpendek harapan hidup seseorang. Hal ini telah disebutkan dalam sebuah analisis yang dipublikasikan oleh Sleep Research Society. Dengan melibatkan lebih dari 1 juta peserta dan 111.566 kematian, para peneliti melihat korelasi antara durasi tidur dan kematian.
Baca Juga: ORI Perwakilan DIY Soroti Jalur Perpindahan Tugas Orang Tua pada PPDB Bantul
Hasil penelitian menemukan, bahwa kurang tidur dapat meningkatkan risiko kematian hingga 12%, dibandingkan mereka yang tidur 7-8 jam per malamnya.
Sementara itu, dalam studi yang dilakukan oleh The American Journal of Medicine, melihat efek insomnia persisten dan kematian selama 38 tahun. Para peneliti menemukan bahwa seseorang yang mengalami insomnia persisten memiliki 97% peningkatan risiko kematian. Jadi, dapat dikatakan bahwa insomnia dapat menimbulkan kondisi yang serius, apabila terjadi secara berkepanjangan dan tanpa penanganan.***
Editor : Iwa Ikhwanudin