Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jangan Disepelekan!Insomnia yang Terjadi Secara Berkepanjangan Dapat Sebabkan Kematian, Simak Risiko Lainnya

Retno Nawangwulan • Senin, 3 Juni 2024 | 08:57 WIB
Ilustrasi seorang pengidap insomnia (pinterest)
Ilustrasi seorang pengidap insomnia (pinterest)

RADAR JOGJA-Dapat tidur dengan nyenyak bisa dibilang merupakan anugrah besar bagi sebagian besar orang. Terlebih bagi mereka yang mengidap insomnia. Insomnia adalah jenis gangguan tidur yang terjadi ketika seseorang mengalami kesulitan atau tidak bisa tidur.

Jika hanya terjadi sekali atau dua kali saja mungkin tidak terlalu masalah. Namun, jika terjadi secara berkepanjangan, tentu akan berimbas pada kesehatan tubuh. Lantas, apa sajakah kondisi atau penyakit yang bisa ditimbulkan oleh insomnia ?

Baca Juga: Gunung Merapi di Sleman Mengeluarkan 26 Kali Guguran Lava Pijar ke Arah Barat Daya (Kali Bebeng), Jarak Luncur Maksimum 1.700 Meter

1. Peningkatan Risiko Penyakit Fisik

Insomnia yang terjadi secara berkepanjangan dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit fisik, diantaranya seperti :

-Stroke

-Kejang 

-Sistem kekebalan tubuh lemah

-Kepekaan terhadap rasa sakit

-Peradangan 

-Obesitas

-Diabetes mellitus

-Tekanan darah tinggi

-Penyakit jantung

Baca Juga: KA Bandara Tambah Jam Keberangkatan, Antisipasi Lonjakan Selama Liburan Sekolah, Ini Jadwalnya ...

2. Peningkatan Risiko Gangguan Kesehatan Mental

Tidak hanya berdampak pada fisik saja, insomnia berkepanjangan juga dapat mengakibatkan kesehatan mental menjadi terganggu. Diantara gangguan kesehatan yang umum terjadi akibat insomnia adalah kecemasan hingga depresi.

Hal ini dapat terjadi karena kurang tidur dapat meningkatkan hormon kortisol atau yang dikenal dengan sebutan hormon setres. Sehingga, orang yang mengalami insomnia cenderung lebih mudah cemas dan khawatir akan banyak hal.

Baca Juga: Audit Tambahan Modal Taru Martani Rp 28,1 M, Gubernur Sultan HB X Bisa Perintahkan Inspektorat Lakukan Pemeriksaan Khusus

3. Peningkatan Risiko Kecelakaan

Kualitas tidur yang buruk akibat insomnia dapat menempatkan seseorang pada risiko kecelakaan yang lebih besar lagi. Hal ini dapat terjadi karena terganggunya waktu tidur di malam hari membuat pengidap insomnia merasa lelah dan mengantuk di siang hari.

4. Harapan Hidup Menjadi Lebih Pendek

Risiko paling buruk akibat insomnia selanjutnya adalah dapat memperpendek harapan hidup seseorang. Hal ini telah disebutkan dalam sebuah analisis yang dipublikasikan oleh Sleep Research Society. Dengan melibatkan lebih dari 1 juta peserta dan 111.566 kematian, para peneliti melihat korelasi antara durasi tidur dan kematian.

Baca Juga: ORI Perwakilan DIY Soroti Jalur Perpindahan Tugas Orang Tua pada PPDB Bantul

Hasil penelitian menemukan, bahwa kurang tidur dapat meningkatkan risiko kematian hingga 12%, dibandingkan mereka yang tidur 7-8 jam per malamnya. 

Sementara itu, dalam studi yang dilakukan oleh The American Journal of Medicine, melihat efek insomnia persisten dan kematian selama 38 tahun. Para peneliti menemukan bahwa seseorang yang mengalami insomnia persisten memiliki 97% peningkatan risiko kematian. Jadi, dapat dikatakan bahwa insomnia dapat menimbulkan kondisi yang serius, apabila terjadi secara berkepanjangan dan tanpa penanganan.***

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Tidak Bisa Tidur #penyakit susah bab #insomnia adalah #susah tidur