Ternyata ada perbedaannya terletak pada informasi efek samping.
Kemasan lama hanya menyebutkan risiko kerusakan hati, sedangkan kemasan baru menambahkan risiko anemia aplastik dan diskrasia darah.
Sebenarnya pemicu penyakit tersebut belum sepenuhnya, namun hal tersebut diduga terkait dengan efek toksik pada sumsum tulang.
Meskipun risikonya kecil, penting untuk mewaspadai obat-obatan ini dan segera berkonsultasi dengan dokter jika mengalami gejala anemia aplastik, seperti kelelahan ekstrem, pucat, sesak napas, demam, memar atau pendarahan mudah, dan infeksi yang sering.
Untuk menghindari efek samping berbahaya dari obat sakit kepala yaitu dengan beberapa tips berikut :
- Anda sebaiknya dapat melakukan konsultasikan dengan dokter atau apoteker terlebih dahulu sebelum meminum obat.
- Biasakan untuk membaca setiap label pada obat dan ikuti petunjuk penggunaan.
- Jangan mengunakan obat sakit kepala secara berlebihan.
- Anda dapat memperhatikan jika tidak membaik segera temui dokter, jika mengalami gejala anemia aplastik dapat melakukan konsultasi dengan dokter.
Perlu diingat bahwa tidak semua orang yang menggunakan obat sakit kepala ini akan mengalami anemia aplastik.
Risiko lebih tinggi pada orang dengan riwayat kelainan darah, alergi obat, paparan bahan kimia beracun, dan usia lanjut.
Jika anda merasa khawatiran dalam menggunakan obat sakit kepala, anda dapat berkonsultasi dengan dokter, sehingga dapat membantu memilih obat yang aman untuk Anda