Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mengurai Ancaman Hipertensi, Memahami Hubungan Antara Hipertensi dan Penyakit Jantung

Caswati Radar Jogja • Senin, 1 April 2024 | 06:38 WIB
INOVATIF: Mahasiswa UGM saat menguji obat alternatif hiperfosfatemia dan hipertensi pada kasus gagal ginjal kronik. DOKUMENTASI UGM
INOVATIF: Mahasiswa UGM saat menguji obat alternatif hiperfosfatemia dan hipertensi pada kasus gagal ginjal kronik. DOKUMENTASI UGM

RADAR JOGJA – Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan kondisi medis yang ditandai oleh tekanan darah arteri yang terus-menerus tinggi. Kondisi ini merupakan faktor risiko utama untuk berbagai penyakit serius, termasuk penyakit jantung. Mengetahui penyebab hipertensi dan bagaimana kondisi ini mempengaruhi jantung adalah penting untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.
Berikut sejumlah penyebab hipertensi. 

1. Faktor Genetik. 
Riwayat keluarga dengan hipertensi dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kondisi ini.

2. Gaya Hidup Tidak Sehat. 
Konsumsi garam berlebihan, diet tinggi lemak dan kolesterol, kurangnya aktivitas fisik, konsumsi alkohol yang berlebihan, dan merokok dapat menyebabkan hipertensi.

3. Obesitas. 
Kelebihan berat badan atau obesitas meningkatkan risiko seseorang terkena hipertensi.

4. Stres. 
Stres yang kronis dapat meningkatkan tekanan darah.

5. Usia. 
Risiko hipertensi meningkat seiring bertambahnya usia.

6. Penyakit Tertentu. 
Beberapa kondisi medis seperti diabetes, gangguan ginjal, dan sleep apnea juga dapat menyebabkan hipertensi.

Sementara itu, ada sejumlah dampak hipertensi pada penyakit jantung. 
1. Penyakit Jantung Koroner. 
Hipertensi menyebabkan arteri menjadi kaku dan menyempit, meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung koroner.

2. Serangan Jantung. 
Tingginya tekanan darah dapat menyebabkan arteri koroner tersumbat, yang dapat mengakibatkan serangan jantung.

3. Gagal Jantung. 
Jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah melawan tekanan yang tinggi, yang dapat menyebabkan otot jantung menjadi lemah dan menyebabkan gagal jantung.

4. Aritmia. 
Hipertensi juga dapat menyebabkan gangguan irama jantung atau aritmia.

5. Stroke. 
Tekanan darah tinggi dapat merusak pembuluh darah otak dan meningkatkan risiko stroke.


Berikut pencegahan dan pengelolaan yang bisa dilakukan. 
1. Menerapkan Gaya Hidup Sehat.

Diet seimbang, olahraga teratur, mengurangi konsumsi garam, berhenti merokok, dan menghindari alkohol berlebihan.

2. Mengelola Stres.

Melakukan teknik relaksasi seperti meditasi atau yoga dapat membantu mengurangi stres.

3. Pemeriksaan Rutin.

Melakukan pemeriksaan tekanan darah secara teratur dan berkonsultasi dengan dokter untuk mengelola kondisi.

4. Pengobatan.

Dokter dapat meresepkan obat untuk menurunkan tekanan darah jika diperlukan.


Hipertensi adalah kondisi yang serius dan dapat menyebabkan komplikasi yang mengancam jiwa jika tidak diatasi.

Penting untuk mengambil langkah-langkah pencegahan dan mengelola kondisi dengan baik untuk mencegah dampak negatifnya pada jantung dan kesehatan secara keseluruhan.

Editor : Amin Surachmad
#hipertensi #tekanan darah tinggi