RADAR JOGJA – Di saat musim hujan seperti ini banyak sekali nyamuk demam berdarah berkeliaran.
Demam Berdarah (DBD) merupakan penyakit yang dapat menyebabkan gejala yang serius, seperti demam tinggi, sakit kepala, dan nyeri otot.
Penyebab utama DBD adalah virus dengue, yang diterjang oleh jenis nyamuk Aedes aegypti.
Jika tidak ditangani dengan baik, DBD dapat menyebabkan komplikasi serius dan bahkan berpotensi mematikan.
Untuk mencegah penyakit ini, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan, termasuk membasmi nyamuk dan menjaga kebersihan lingkungan.
Berikut cara membasmi nyamuk:
1. Menguras Tempat Penampungan Air
Nyamuk demam berdarah tinggal di genangan air, seperti ember, piring hewan peliharaan, bunga pot, dan vas.
Jika tempat – tempat penampungan air tidak disediakan atau tidak dikelola dengan baik, maka nyamuk akan meningkat dan dapat menyebar luas.
Untuk mencegah penyakit DBD, bisa mengurangi kesempatan berkembang biakakan nyamuk dengan menguras tempat – tempat penampungan air.
2. Membasmi Larva Nyamuk
Larva nyamuk demam berdarah hanya dapat hidup di genangan air yang tidak berkembang.
Untuk membasmi larva, dapat menggunakan obat pembunuh jentik nyamuk seperti temefos, yang dapat bertahan selama 2-3 bulan di air.
Bisa juga membuat saringan yang dapat menangkap larva nyamuk yang berkembang biak di air.
3. Menghilangkan Tanaman Rimbun
Tanaman rimbun menjadi tempat tinggal bagi nyamuk demam berdarah.
Jika ada tanaman rimbun di rumah, maka diperlukan menghilangkan tanaman tersebut.
Untuk menghilangkan tanaman rimbun, perlu metode yang sesuai seperti menggunakan air garam yang disiramkan di atas akar tanaman yang rimbun.
Karena jika tidak diperhatikan metode, kondisi tanah, dan tanaman bisa menyebabkan kerusakan pada tanaman sekitar.
4. Mengusir Nyamuk dari Taman dan Teras Rumah
Cara mengusir nyamuk dari taman dan teras rumah dapat dilakukan dengan semprotan minyak kayu putih dan lemon sekitar taman dan teras rumah.
Atau bisa dengan membuat kolam ikan didepan rumah, agar nyamuk dan jentik – jentik dimakan oleh ikan yang ada di kolam.
5. Menanam Tanaman Herbal
Tanaman herbal seperti mint, kemangi, kucai, oregano, poterseli, rosemary, thyme, marigold, pohon lemon, dan rumput serai dapat mencegah nyamuk berkembang biak di taman atau halaman rumah.
Dengan cara menaman tanaman herbal juga akan mengurangi pengeluaran untuk membeli obat nyamuk, karena tanaman tersebut sudah menjadi gantinya obat nyamuk.
6. Memasang Kasa di atas Tangki Air
Bersihkan tangki air dan bak mandi minimal seminggu sekali, dan berikan tutup pada tangki dan bak untuk mencegah demam berdarah yang disebabkan oleh nyamuk.
Untuk mencegah nyamuk dan serangga lainnya merayap memasuki air tangki, cara yang paling ampuh yaitu dapat memasang kasa di atas tangki air.
7. Mengurangi Suhu Hangat dalam Ruangan
Cuaca panas mempermudah berkembang biak bagi nyamuk demam berdarah.
Nyamuk adalah serangga berdarah dingin, artinya mereka akan lebih aktif dalam suhu hangat daripada suhu yang sejuk.
Sirkulasi udara sangat penting untuk menjaga suhu di dalam rungan tetap sejuk, dapat membantu mengurangi populasi nyamuk.
Untuk mengurangi cuaca panas yang paling mudah adalah menyalakan AC atau kipas secara berkala, bisa juga melalui penanganan air tanah dan pembuatan kolam irigasi.
Dengan melakukan langkah-langkah pencegahan yang tepat, kita dapat meminimalisir risiko terjadinya penyakit demam berdarah.
Dan jangan lupa menerapkan prinsip 3M Plus, pencegahan dengan prinsip 3M Plus meliputi menguras tempat penampungan air, mengenali gejala dan tindakan awal, dan mengambil langkah pencegahan lainnya.
Tetapi yang paling penting adalah mengenali gejala dan tindakan awal penyakit demam berdarah seperti demam tinggi, sakit kepala parah, nyeri otot dan sendi, serta nyeri di belakang mata.
Jika merasakan gejala ini, segera kunjungi fasilitas kesehatan terdekat untuk pemeriksaan dan penanganan sedini mungkin.
Editor : Meitika Candra Lantiva