Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Lakukan Skrining 1.218 Suspek Semuanya Negatif, Tak Ada Kasus Frambusia di Purworejo

Jihan Aron Vahera • Kamis, 7 Maret 2024 | 14:40 WIB
REWARD: Bupati Purworejo Yuli Hastuti menerima sertifikat bebas frambusia dari Kementerian Kesehatan RI
REWARD: Bupati Purworejo Yuli Hastuti menerima sertifikat bebas frambusia dari Kementerian Kesehatan RI

 

RADAR JOGJA - Kabupaten Purworejo mencatatkan nol kasus frambusia. Pemkab Purworejo dinilai mampu membasmi penyakit tropis terabaikan atau Neglected Tropical Diseases (NTDs) khususnya penyakit frambusia.


Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Purworejo Sudarmi menjelaskan, penyakit frambusia atau dikenal juga sebagai  patek merupakan infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri Treponema Pallidum Pertenue.

Infeksi tersebut biasanya terjadi di negara wilayah tropis yang memiliki sanitasi buruk, seperti Afrika, Asia Tenggara, Amerika Selatan, dan Oceania.

Di Purworejo sempat ditemukan 1.218 suspek frambusia setelah dilakukan skrining dan pemeriksaan penunjang di SD/MI se-Kabupaten Purworejo.

“Namun, setelah dilakukan pemeriksaan penunjang diperoleh hasil negatif untuk semua suspek,’’ jelasnya, kemarin (6/3).


Penyakit tersebut dapat menular melalui kontak langsung dengan ruam pada kulit yang terinfeksi. Pada awalnya, frambusia hanya akan menyerang kulit.

Namun, seiring berjalannya waktu, penyakit ini juga dapat menyerang tulang dan sendi.


Meski demikian, dia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak takut. Yang terpenting selalu tetap waspada dan menjaga pola hidup sehat.

"Jangan ganti-ganti pakaian dengan orang lain, mandi dengan air bersih, dan selalu jaga lingkungan agar tetap bersih," imbaunya.


Sudarmi menyampaikan, ada beberapa upaya yang dilakukan untuk menghilangkan penyakit tersebut.

Salah satunya, membuat membentuk tim sertifikasi eradikasi atau pembasmian Kabupaten Purworejo di 2023. Pun, melakukan kerja sama lintas sektoral dan penggalangan komitmen bersama untuk eradikasi frambusia.


Selanjutnya, sosialisasi dan peningkatan kompetensi bagi petugas puskesmas dan pengelola program frambusia juga telah dilakukan.

"Kami juga akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui berbagai media, agar masyarakat tahu frambusia. Sehingga, harapannya ke depan dapat terus mempertahankan nol kasus frambusia," harapnya.


Atas komitmen dan hasil nol kasus frambusia tersebut, Pemkab Purworejo mendapatkan sertifikat bebas frambusia dari Kementerian Kesehatan RI.

Sertifikat tersebut diberikan pada Peringatan Hari NTD Sedunia di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Rabu (6/3) yang diserahkan langsung oleh Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin.


Bupati Purworejo Yuli Hastuti menyampaikan, sertifikat tersebut diperoleh karena upaya dan kerja keras dalam membasmi frambusia di Purworejo. Selama ini, Dinkes Purworejo melalui puskesmas rutin melakukan pelaporan frambusia.


Lebih dari tiga tahun, di Kabupaten Purworejo tidak ditemukan adanya kasus frambusia. Dia berkomitmen, untuk terus mempertahankan pencapaian tersebut yaitu nol kasus frambusia. "Saya imbau masyarakat untuk tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat," pesan Yuli.(han/din)

Editor : Satria Pradika
#dinkes #Kabupaten Purworejo #KASUS FRAMBUSIA #Kementerian Kesehatan RI #Pemkab Purworejo