RADAR JOGJA - Selama masa pandemi virus corona, sabun antiseptik menjadi incaran banyak orang.
Sabun jenis ini disebut lebih ampuh membunuh bakteri maupun virus yang menempel di tubuh.
Tapi sayangnya, sabun antiseptik tidak dianjurkan digunakan setiap hari.
Pasalnya, ada bahaya sabun antibiotik yang bakal merugikan anda.
Sabun ini mengandung ion perak yang digunakan dalam bidang kesehatan dan efektif sebagai antimikroba.
Jadi, jika dikatakan sabun antiseptik efektif membunuh virus dan bakteri secara menyeluruh, itu betul.
Nah berikut ini merupakan 3 bahaya sabun antiseptik yang berbahaya kok digunakan setiap harinya.
Penasaran ? Yuk simak penjelasan berikut ini.
1. Meningkatkan risiko alergi
Munculnya reaksi alergi bisa menjadi salah satu bahaya sabun antiseptik yang digunakan setiap hari.
Senyawa triclosan dalam sabun antiseptik diduga memiliki efek samping terhadap sistem kekebalan tubuh.
Saat triclosan bertemu bakteri, akan terjadi mutasi yang dapat menghambat sistem kekebalan tubuh dalam memerangi bakteri.
Saat sistem kekebalan tubuh terhambat, maka reaksi alergi bisa terjadi.
Ini bisa sangat merugikan, karena tak jarang alergi pun menyebabkan ketidaknyamanan yang bahkan bisa berujung fatal.
2. Mengubah hormon
Bahaya sabun antiseptik lainnya adalah, bisa menyebabkan terjadinya perubahan hormon.
Pada sebuah penelitian di tahun 2010, terungkap adanya peningkatan produksi testosteron pada tubuh terhadap paparan senyawa triclosan.
Ini terlihat melalui uji coba senyawa triclosan yang diberikan pada hewan.
Hasilnya, hewan mengalami ketidakseimbangan hormon testosteron.
Melihat adanya bahaya sabun antiseptik ini, bukan berarti Anda sama sekali tidak boleh menggunakannya.
Anda masih tetap dapat menggunakan sabun antiseptik, hanya saja lebih disarankan untuk tidak dilakukan setiap hari, dan hanya saat tubuh dan kulit benar-benar dalam keadaan kotor.
3. Berpotensi Melahirkan Bakteri Baru
Triclosan yang ada di dalam sabun antiseptik juga mengandung beberapa bakteri.
Jika dipakai terlalu sering, kandungan ini nantinya bisa melahirkan bakteri baru.
Bahkan, keberadaan bakteri ini nantinya bisa mengurangi efektivitas sabun antiseptik secara keseluruhan.
Jadi, jangan terlalu sering menggunakan produk ini, ya!
Editor : Meitika Candra Lantiva