RADAR JOGJA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman mulai mewaspadai penyakit yang mungkin muncul di musim penghujan. Dalah satu tandanya, biasanya dimulai dengan batuk dan pilek.
Kepala Dinkes Sleman Cahya Purnama mengatakan, musim penghujan memang dapatmembuat bakteri dan virus mudah berkembang biak. Hal itu tentunya akan berdampak pada semakin masifnya penyebaran penyakit.
Dia pun meminta agar masyarakat juga mewaspadai potensi penyakit pernapasan. Seperti batuk, pilek dan flu yang kemungkinan besar akan mudah menjangkiti masyarakat pada kondisi musim seperti sekarang. "Kemudian nanti baru penyakit-penyakit yang bersumber vektor yang lain seperti nyamuk dan leptospirosis," terangnya.
Untuk kasus demam berdarah di Sleman selama Januari tahun ini setidaknya sudah ditemukan 56 kasus. Dari jumlah tersebut, 21 kasus di antaranya terkonfirmasi Demam Berdarah Dengue (DBD).
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Sleman Khamidah Yuliati mengatakan, kasus demam berdarah dan DBD di Sleman tersebar di 8 wilayah puskesmas. Dari hasil pendataan itu temuan terbanyak berada di Puskesmas Ngemplak dengan 10 kasus.
Yuli sapaanya menyatakan, Dinkes Sleman sudah berkoordinasi dengan kelompok kerja (pokja) tingkat kabupaten untuk menanggulangi penyakit demam berdarah. Upayanya dilakukan upaya pemberantasan sarang nyamuk (PSN) pada wilayah dengan temuan kasus demam berdarah terbanyak. “Untuk fogging juga sudah dilakukan sebelumnya,” ujar Yuli.
Dengan masih banyaknya kasus demam berdarah di Sleman, dia pun menghimbau, agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap masifnya penularan penyakit demam berdarah. Terlebih saat musim penghujan seperti sekarang.
Sebab, ada kemungkinan nyamuk aedes aegypti sebagai hewan penyebar penyakit tersebut mudah berkembang biak. Pada tahun 2023 lalu saja jumlah temuan kasus DBD di Sleman mencapai 146 kasus. Dengan satu orang dinyatakan meninggal dunia.
Ia menyebut, upaya mencegah penularan kasus DBD dapat dilakukan dengan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Yakni dengan menjaga kondisi tubuh melalui olahraga dan mengkonsumsi vitamin. Masyarakat pun diimbau untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Serta memaksimalkan kembali kader-kader jumantik melalui program Satu Rumah Satu Jumantik.(inu/pra)
Editor : Heru Pratomo