Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Startup di Swiss Mengembangkan Teknologi Rekayasa Kulit untuk Pasien Luka Bakar

Trimina Klara • Minggu, 11 Februari 2024 | 19:00 WIB

Photo
Photo

RADAR JOGJA - Berfokus pada inovasi medis yang memajukan perawatan luka bakar, sebuah startup asal Swiss telah berhasil mengembangkan teknologi rekayasa kulit yang menjanjikan perubahan paradigma perawatan luka bakar.

Langkah ini diharapkan dapat memberikan solusi yang lebih efektif dan cepat bagi pasien luka bakar parah.

Startup bioteknologi Swiss, Cutiss, menciptakan jaringan kulit manusia di laboratorium.

Teknologi kulit yang dipersonalisasi ini dapat digunakan untuk mengatasi ketidaksempurnaan kulit, termasuk yang berhubungan dengan luka bakar parah.

Apabila seseorang mengalami luka bakar yang parah, dokter akan mengambil sepotong kulit yang tidak rusak untuk menutupi area yang terbakar tersebut.

Namun jika lukanya besar dan sangat serius, hal itu menjadi masalah medis.

Cutiss dapat mencangkok kulit baru dari kulit manusia seukuran prangko dan dapat diskalakan dengan teknologinya.

Hal ini akan memudahkan dokter dalam menangani luka bakar parah pada pasien.

Cutiss Technology telah berhasil melewati uji klinis fase 2, khususnya pencangkokan kulit pada pasien luka bakar dewasa dan remaja.

Hasilnya menunjukkan bahwa teknologi ini terbukti menjadi pengganti kulit yang dirancang khusus untuk pasien dengan luka bakar parah.

Selain cangkok kulit, Cutiss juga mengembangkan Viticell, sebuah teknologi yang dapat digunakan untuk mengobati vitiligo, suatu kondisi depigmentasi kulit yang menyebabkan plak.

Editor : Bahana.
#teknologi canggih #rekayasa #luka bakar