RADAR JOGJA – Sebetulnya disomnia dan insomnia merupakan dua gejala yang menyebabkan orang susah untuk tidur.
Meskipun dari keduanya hampir sama, disomnia dan insomnia merupakan dua hal yang cukup berbeda.
Disomnia merupakan gangguan yang lebih berpengaruh dari berbagai aspek mulai dari kualitas, kuantitas, dan waktu tidur.
Orang yang terkena disomnia lebih sering tidur-bangun dan mencakup lebih dari 80 kondisi yang berbeda dengan berbagai gejala.
Disomnia dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis. Pertama, gangguan tidur secara primer. Di mana, gangguan ini tidak disebabkan oleh kondisi kesehatan.
Kedua, gangguan tidur secara sekunder. Gangguan yang disebabkan oleh kondisi kesehatan seperti depresi, stroke, radang sendi, dan masalah tiroid atau asma.
Orang yang memiliki gangguan disomnia ada beberapa ciri-ciri umum salah satunya adalah merasa gelisah dan mengantuk secara ekstrim di siang hari.
Sedangkan insomnia merupakan gangguan tidur yang biasanya kerap terbangun atau begadang sampai pagi dan merasa lelah saat bangun.
Orang yang mengalami gangguan insomnia bisa disebabkan karena stres atau bisa juga tekanan emosional. (Caswati)