RADAR JOGJA - Penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Environmental Pollution menemukan bahwa hampir 90 persen protein dan bahkan alternatif vegan yang diuji mengandung mikroplastik.
Sampel daging yang diuji berasal dari dua supermarket dan satu toko kelontong di kawasan Portland, Oregon.
Perlu diketahui bahwa mikroplastik ditemukan di seluruh 16 produk protein dan 88 persen (98/111 sampel diuji) mengandung partikel tersebut, sehingga potensi untuk dikonsumsi manusia juga tinggi.
Mikroplastik yang ditemukan ada beberapa jenis yang bermacam-macam diantaranya, yakni serat, serpih, busa, karet, film, dan lain-lain.
Ocean Conservancy lebih lanjut melaporkan bahwa 44 persen mikroplastik berupa serat dan 30 persen berupa pecahan. Menurut peneliti, kemungkinan besar disebabkan oleh proses produksi pangan itu sendiri.
Mereka juga mengatakan bahwa lebih banyak protein yang diproses memiliki tingkat mikroplastik yang lebih tinggi dibandingkan protein yang tidak diolah.
Editor : Bahana.