Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Riset UI Temukan 90 Persen Anak di Pulau Jawa Terpapar Timbal Lebihi Batas WHO. Begini Bahaya Timbal Bagi Kesehatan !

Meitika Candra Lantiva • Kamis, 18 Januari 2024 | 17:45 WIB
Ilustrasi anak-anak bermain dan belajar. Sebuag riset dari UI menunjukkan bahwa hampir 90 persen anak di Pulau Jawa memiliki kadar timbal darah (KTD) melebihi batas menurut WHO.
Ilustrasi anak-anak bermain dan belajar. Sebuag riset dari UI menunjukkan bahwa hampir 90 persen anak di Pulau Jawa memiliki kadar timbal darah (KTD) melebihi batas menurut WHO.

RADAR JOGJA – Sebuah riset dari Universitas Indonesia (UI) menemukan bahwa hampir 90 persen anak di Pulau Jawa memiliki kadar timbal darah (KTD) melebihi batas menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Diketahui bahwa WHO merekomendasikan kadar timbal darah sebanyak 5 jug/dL sebagai penanda sumber paparan lingkungan yang perlu di waspadai.

Pun disarankan agar kadar timbal darah tidak melebihi angka tersebut.

Timbal darah sendiri merupakan zat berbahaya yang dapat berdampak pada kesehatan manusia.

Salah satunya dapat menyebabkan kerusakan otak, zat ini juga dapat masuk ke tubuh manusia lewat sistem pernapasan, pencernaan dan kulit.

kesehatanBaca Juga: Prakiraan Cuaca BMKG Kamis 18 Januari, Waspada Hujan Sedang-Lebat di Seluruh Yogyakarta

Timbal atau timah hitam merupakan kelompok logam yang terdapat dalam kerak bumi timbal biasanya digunakan untuk pembuatan aki atau baterai, peredam suara, pewarna cat, insektisida, bahan anti api, dll.

Menurut hasil Studi Universitas Indonesia ini dilakukan terhadap lebih dari 500 persen responden berusia 12-59 bulan di lima desa di pulau Jawa ditemukan kelompok anak dengan kadar timbal darah 34 persen mengalami anemia.

Kemudian 14 persen mengalami keterlambatan tumbuh kembang.

KTD 5lrg/dL Rekomendasi WHO terkait penanda sumber paparan lingkungan yang perlu di waspadai, KTD 45 lrg/dL batas kadar timbal darah untuk pertimbangan pemberian terapi.

“Jika terpapar dalam jangka waktu lama, masyarakat dapat mengalami stress oksidatif. oleh sebab itu tantangan kedepannya adalah bagaimana ilmu kedokteran komunitasdapat merancang strategi preventif dan promotive untuk menanggulangi dan mengurangi paparan timbal,” Kata Direktur IMERI-Fakultas Kedokteran (FK) UI, Badriul Hegar.

Berdasarkan studi ini, ditemukan bahwa tingginya kadar timbal darah anak tersebut dipengaruhi oleh orang tua yang mempunyai kadar timbal darah yang tinggi.

Penyebab lainnya, yakni cemaran timbal pada tanah tempat anak bermain, yang dipengaruhi oleh aktivitas industry daur ulang aki bekas tak sesuai standar.

Adapun bahaya timbal bagi kesehatan anatara lain :

(Renal Fabriansyah/Radar Jogja)

Baca Juga: Sering Kelelahan Akibat Kurang Energi, Bisa Jadi itu Asthenia? Simak Penyebab dan Cara Mengatasinya

Editor : Meitika Candra Lantiva
#waspadai #riset #WHO #bahaya timbal bagi kesehatan #zat berbahaya #Universitas Indonesia (UI) #kadar timbal darah #anak - anak