Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Holiday Blues: Kegembiraan Liburan Palsu, Menyebabkan Depresi, Begini Penjelasannya...

Trimina Klara • Rabu, 10 Januari 2024 | 18:10 WIB

Sumber foto Alodokter
Sumber foto Alodokter

RADAR JOGJA - Musim liburan merupakan saat yang menyenangkan karena penuh dengan kegembiraan dan kebahagiaan.

Namun, bagi sebagian orang, liburan membawa stres dan kesedihan, terutama bagi mereka yang kesehatan mentalnya belum stabil.

Jika seseorang pernah didiagnosis menderita depresi atau gangguan kecemasan di masa lalu, maka ia harus mencari pengobatan jika diperlukan.

Sebab jika tidak segera ditangani, kondisinya akan semakin parah saat liburan akhir tahun tiba.

Alhasil, ketika musim liburan tiba, banyak orang yang menderita Holiday Blues.

Sebanyak 44% wanita dan 33% pria merasa stres selama musim liburan.

Menurut American Psychological Association, angka-angka ini menunjukkan bahwa banyak orang yang menderita holiday blues mengalami kegembiraan dan harapan yang dipaksakan selama musim liburan.

Holiday blues adalah perasaan stres, cemas, dan sedih seputar musim liburan.

Penyebab holiday blues dapat berbeda-beda pada setiap individu, dengan gejala antara lain: situasi sedih, sulit berkonsentrasi, mudah tersinggung, cemas, lelah, dan stres.

Selain gejala umum tersebut, holiday blues juga dapat ditandai dengan perubahan pola makan dan tidur, mudah tersinggung, dan kurang bahagia saat melakukan aktivitas yang menyenangkan.

Ketika perasaan sedih saat liburan muncul di luar musim liburan dan mulai mempengaruhi hubungan sosial, kita hendaknya segera mencari bantuan profesional.

Editor : Bahana.
#depresi #liburan #holiday blues