RADAR JOGJA - Diare pada dasarnya merupakan suatu kondisi dimana seseorang mengalami proses buang air besar yang tidak lancar.
Selain itu feses yang dikeluarkan berbentuk seperti cairan dari sisa makanan atau minuman yang telah masuk kedalam tubuh.
Jangan anggap sepele jika menemui kondisi tersebut. Terlebih jika hal ini terjadi pada bayi ataupun balita. Harus segera mendapatkan pelayanan kesehatan.
Sebab diare menjadi penyebab kematian balita nomor dua tertinggi di dunia.
Jika diare terjadi secara berulang, dapat menyebabkan potensi buruk malnutrisi pada anak.
Pasti pada penasarankan, mengapa diare sering dialami oleh anak - anak atau balita ? Yuk dari pada penasaran mari kita intip ini dia 3 penyebabnya.
1. Sumber Air Minum Tidak Bersih
Selain makanan, air minum yang terkontaminasi kuman dari kotoran manusia atau hewan juga menjadi salah satu penyebab anak sering diare berulang.
Pastikan air minum yang dikonsumsi berasal dari sumber air minum yang bersih, jauh dari septic tank, dan telah dimasak hingga mendidih.
2. Terlalu Banyak Cairan
Pada balita, minum terlalu banyak cairan dalam satu hari dapat menyebabkan kotoran lebih lunak atau cair dan buang air besar menjadi lebih sering sehingga terjadi diare.
Oleh karena itu, hindari minum cairan yang terlalu banyak. Pada umumnya, balita membutuhkan tidak lebih dari 6-8 gelas (200 ml) cairan per hari.
Cairan di sini termasuk air putih, susu, kuah dalam makanan, dan minuman lainnya.
3. Kebersihan Tangan yang Buruk
Penyebab anak diare tersering adalah infeksi, baik akibat virus, bakteri, ataupun parasit.
Kontaminasi tersebut dapat terjadi ketika kebersihan tangan tidak dijaga dengan baik. Penularan dapat terjadi ketika anak yang sakit buang air besar.
Anak yang sehat tidak mencuci tangan dengan baik. Lantas, kuman menempel pada benda yang disentuh oleh anak yang sehat.
Karena tidak mencuci tangan sebelum makan atau memasukan tangan ke dalam mulut, kuman pun masuk ke tubuh anak yang sehat.
Maka dari itu jangan lupa memperhatikan kebersihan dan pola makan anak agar terhindar dari penyakit diare ya mom.
Editor : Meitika Candra Lantiva