RADAR JOGJA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah melaporkan peningkatan kasus terkait dengan peningkatan signifikan infeksi COVID-19 di seluruh dunia selama sebulan terakhir.
Peningkatan infeksi hingga 50% merupakan peringatan bagi para ahli kesehatan dan pemerintah di seluruh dunia.
Dari deklarasi resmi tersebut, WHO menyebutkan dalam 28 hari terakhir, tepatnya sejak 20 November 2023 hingga 17 Desember 2023, terdapat lebih dari 850.000 kasus baru di seluruh dunia.
Jumlah total infeksi cenderung meningkat 52% dibandingkan periode 4 minggu sebelumnya.
Sementara dari kematian, Italia mencatatkan jumlah kematian tertinggi yakni 510 orang.
Disusul Swedia 396 orang, Rusia 376 orang, Australia 211 orang, dan Polandia 141 orang.
Meski virus Covid-19 kembali menyebar, WHO menyebutkan jumlah kematian mengalami penurunan sebesar 8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sebelumnya, WHO juga secara resmi mengklarifikasi varian JN.1 Covid-19 atau strain Omicron BA.2.86 yang familiar sebagai “variant of interest”.
Meski demikian, varian tersebut dipastikan tidak menimbulkan ancaman besar bagi kesehatan masyarakat.
WHO juga menyatakan “berdasarkan bukti yang ada, tambahan resiko kesehatan masyarakat global yang ditimbulkan oleh JN.1 saat ini dinilai rendah”.
Editor : Bahana.