Sindrom ini dapat mengganggu rutinitas tidur karena gejalanya dapat memburuk pada malam hari yang akan berdampak pada saat pagi dan siang hari karena merasa lelah dan mengantuk.
Penyebab restless legs syndrome belum diketahui secara pasti, akan tetapi bisa saja terjadi karena faktor keturunan dan perubahan hormon dopamin.
Apa itu hormon dopamin? Hormon dopamin adalah suatu zat yang dihasilkan otak, yang bernama zat neurotransmitter.
Hormon dopamin ini berperan dalam mengirimkan sinyal untuk mengontrol gerakan tubuh. Restless legs syndrome dapat terjadi ketika kadar hormon dopamin dalam otak tidak seimbang.
Restless legs syndrome dapat terjadi pada pria ataupun wanita tetapi cenderung lebih terjadi pada wanita apalagi yang berumur setengah baya atau lebih tua.
Faktor lain yang dapat menjadi penyebab munculnya restless legs syndrome ini adalah:
- Kerusakan saraf di kaki
Kekurangan zat besi
- Perubahan hormon kehamilan pada trimester ketiga
Gejala utama yang akan dialami oleh orang yang mengalami restless legs syndrome ini adalah rasa tidak nyaman di kaki sehingga timbul keinginan yang tidak terkendali untuk menggerakan kaki.
Gerakan akan memberat saat istirahat duduk ataupun berbaring.
Lalu gerakan akan memburuk saat malam hari yaitu seperti menghentakan kakinya saat tidur yang terjadi selama 1-5 detik setiap 20-40 detik selama tidur, dan gerakan dapat membaik ketika dibuat untuk terus bergerak.
Tidak ada pencegahan yang pasti untuk mengantisipasi restless legs syndrome ini.