Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Suka Menggoyang-Goyangkan Kaki Saat Istirahat? Bisa Jadi Kamu Mengalami Restless Legs Syndrome

Meitika Candra Lantiva • Sabtu, 23 Desember 2023 | 22:55 WIB
Ilustrasi suka menggoyang-goyangkan kaki. (Website/Alodokter)
Ilustrasi suka menggoyang-goyangkan kaki. (Website/Alodokter)
 
RADAR JOGJA – Saat sedang duduk, apakah kamu secara tidak sadar pernah menggerakan kakimu seperti menggoyang-goyangkannya?
 
Bisa saja kamu mengalami restless legs syndrome. 
 
Sindrom ini adalah gangguan saraf yang menyebabkan keinginan yang tidak terkendali untuk menggerakkan kaki.
 
Ketika menggerakan kaki tersebut, rasa tidak nyaman yang tadinya muncul pada kaki akan berkurang sementara.
 
Baca Juga: HPI Kerahkan Ratusan Anggota Untuk Guide Wisatawan di Momen Nataru
 
Sindrom ini dapat mengganggu rutinitas tidur karena gejalanya dapat memburuk pada malam hari yang akan berdampak pada saat pagi dan siang hari karena merasa lelah dan mengantuk.
 
Penyebab restless legs syndrome belum diketahui secara pasti, akan tetapi bisa saja terjadi karena faktor keturunan dan perubahan hormon dopamin.
 
Apa itu hormon dopamin? Hormon dopamin adalah suatu zat yang dihasilkan otak, yang bernama zat neurotransmitter.
 
Hormon dopamin ini berperan dalam mengirimkan sinyal untuk mengontrol gerakan tubuh. Restless legs syndrome dapat terjadi ketika kadar hormon dopamin dalam otak tidak seimbang.
 
Baca Juga: KAI Commuter Tambah 30 Perjalanan KRL Jogja-Solo, Hadapi Lonjakan Penumpang Periode Nataru
 
Restless legs syndrome dapat terjadi pada pria ataupun wanita tetapi cenderung lebih terjadi pada wanita apalagi yang berumur setengah baya atau lebih tua.
 
Faktor lain yang dapat menjadi penyebab munculnya restless legs syndrome ini adalah:
 
- Kerusakan saraf di kaki
Kekurangan zat besi
- Perubahan hormon kehamilan pada trimester ketiga
- Gagal ginjal stadium akhir
- Mengonsumsi kafein secara berlebihan
- Kecanduan alkohol
- Penyakit Parkinson
 
Baca Juga: Ekonomi dan Investasi Mulai Pulih, Pameran Akhir Tahun REI DIY Targetkan Transaksi Rp 60 Miliar
 
Gejala utama yang akan dialami oleh orang yang mengalami restless legs syndrome ini adalah rasa tidak nyaman di kaki sehingga timbul keinginan yang tidak terkendali untuk menggerakan kaki.
 
Gerakan akan memberat saat istirahat duduk ataupun berbaring.
 
Lalu gerakan akan memburuk saat malam hari yaitu seperti menghentakan kakinya saat tidur yang terjadi selama 1-5 detik setiap 20-40 detik selama tidur, dan gerakan dapat membaik ketika dibuat untuk terus bergerak.
 
Tidak ada pencegahan yang pasti untuk mengantisipasi restless legs syndrome ini.
 
Baca Juga: Ekonomi dan Investasi Mulai Pulih, Pameran Akhir Tahun REI DIY Targetkan Transaksi Rp 60 Miliar
 
Akan tetapi, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk meredakan gejala ini, yaitu:
 
- Batasi mengonsumsi minuman berkafein dan beralkohol
- Hentikan kebiasaan merokok
- Melakukan gerakan relaksasi
- Jika mulai merasa ada rasa tidak nyaman pada kaki, bisa meletakkan kompres hangat ke bagian kaki tersebut
- Olahraga rutin
- Coba untuk mandi dengan air hangat sebelum tidur
- Memberi pijatan pada kaki sebelum tidur
- Coba untuk membuat jadwal tidur.
 
(Anistigfar/Radar Jogja)
 
Baca Juga: Migrasi ke Becak Kayuh Listrik, Tiga Koperasi Dibentuk Pastikan Pembagian atau Hibah Tepat Sasaran
Editor : Meitika Candra Lantiva
#kafein #restless legs syndrome #Menggoyangkan kaki #saat tidur