RADAR JOGJA – Antibiotik dikonsumsi untuk mengatasi berbagai penyakit yang disebabkan oleh bakteri jahat. Mengonsumsi antibiotik harus berdasarkan resep dokter.
Antibiotik adalah sejenis obat yang dikonsumsi untuk mengatasi berbagai penyakit karena infeksi bakteri jahat.
Antibiotik akan diberikan jika infeksi yang diderita sudah tergolong parah.
Seperti orang-orang dengan imun tubuh yang lemah karena mengidap HIV atau kanker.
Ataupun untuk beberapa jenis penyakit lainnya seperti pneumonia, bronkitis, infeksi saluran kemih, tipes, dan meningitis.
Penyakit-penyakit tersebut disebabkan oleh infeksi bakteri jahat.
Antibiotik tidak dapat digunakan untuk infeksi yang disebabkan oleh virus seperti, cacar, flu, dan demam berdarah. Juga tidak dapat digunakan untuk infeksi karena jamur dan parasit.
Untuk mengonsumsi antibiotik, harus berdasarkan resep dokter agar antibiotik tersebut bekerja dengan aman dan efektif untuk tubuh.
Mengonsumsi antibiotik tidak boleh asal. Harus ada beberapa hal yang diperhatikan seperti kondisi medisnya, jenis antibiotik yang diresepkan, jenis bakteri yang menyebabkan infeksi, dosis obat, hingga aturan minumnya.
Mengonsumsi antibiotik akan memberikan efek samping. Walaupun itu dengan resep dokter, tetap akan merasakan efek sampingnya.
Efek samping yang akan dirasakan seperti mual, muntah, diare, sakit perut, pusing, hilang nafsu makan, hingga infeksi jamur.
Apalagi jika tidak dengan berdasarkan resep dokter. Mungkin efek samping yang terjadi bisa lebih parah dibandingkan dengan resep dokter.
Lantas bagaimana jika mengonsumsi antibiotik tanpa resep dokter? Apa dampak negatif atau bahayanya bagi tubuh?
Dapat Memengaruhi Kinerja Otak
Antibiotik adalah obat yang memiliki efek keras walaupun efektif untuk mematikan bakteri jahat.
Mengonsumsi antibiotik berlebihan dapat memengaruhi kinerja otak yang dapat mengakibatkan rentan mengalami depresi dan kecemasan.
Dapat Meningkatkan Risiko Obesitas
Selain dapat meningkatkan risiko obesitas juga dapat meningkatkan risiko penyakit diabetes tipe 2 karena kondisi obesitas yang memicunya.
Memunculkan Masalah Kesehatan Pada Organ Usus
Antibiotik dikonsumsi untuk melawan bakteri jahat.
Akan tetapi, jika dikonsumsi berlebihan akan membuat bakteri baik dalam tubuh hilang.
Akibatnya akan memunculkan gangguan pada perut dan meningkatkan risiko terjadinya masalah pada organ usus seperti iritasi pada pencernaan, dan lainnya.
Resistensi Antibiotik
Jika mengonsumsi antibiotik tanpa resep dokter akan mengakibatkan terjadinya resistensi, yaitu kondisi saat bakteri dalam tubuh tidak dapat dibunuh menggunakan antibiotik.
Memunculkan Reaksi Alergi
Jika antibiotik yang dikonsumsi tidak dengan dosis yang tepat, akan membuat tubuh sulit menerima efek antibiotik tersebut yang dapat menyebabkan timbul reaksi alergi.
Penggunaan antibiotik yang tepat dengan berdasarkan resep dokter, dapat meningkatkan dan mempertahankan efektivitas penggunaan antibiotik selanjutnya, juga menghindari efek samping karena mengonsumsi antibiotik berlebihan.
Untuk terhindar dari mengonsumsi antibiotik berlebihan, dapat dicegah dengan beberapa hal berikut ini:
- Melakukan gaya hidup sehat
- Rajin mencuci tangan
- Melakukan vaksinasi
- Hindari mengonsumsi susu yang masih mentah
- Selalu mengonsumsi air yang sudah matang
- Tingkat kematangan pada makanan harus pas
- Gunakan air bersih. (Anistigfar/Radar Jogja)