Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

WHO: Setangah Populasi Dunia Sangat Berisiko Terinfeksi Demam Berdarah Dengue

Trimina Klara • Kamis, 7 Desember 2023 | 20:56 WIB

Sumber foto  Halodoc
Sumber foto Halodoc

RADAR JOGJA - Organisasi kesehatan dunia (WHO) mengklaim bahwa jumlah kasus DBD tahun ini mencetak rekor tertinggi.

WHO berpendapat bahwa peningkatan ini sebagian besar disebabkan oleh pemanasan global,yang terjadi di banyak negara, termasuk di Eropa dan Amerika Serikat.

Selain itu, untuk pertama kalinya dalam sejarah, kasus DBD dilaporkan di Khartoum, ibu kota Sudan.

Pada januari, WHO memperingatkan bahwa demam berdarah adalah penyakit tropis dengan penyebaran tercepat dan merupakan "ancaman pandemi", menurut laporan Kemenkes setempat.

Kepala unit WHO Raman Velayudhan juga mengatakan, WHO telah mencatat peningkatan kasus DBD delapan kali lipat antara tahun 2000-2020. Peningkatan ini dari yang awalnya 500 ribu kasus menjadi 4,2 juta kasus.

Demam Berdarah Dengue atau disingkat dengan sebutan DBD menjadi salah satu penyakit serius. Kondisi ini terjadi karena adanya infeksi virus yang disebarkan melalui gigitan nyamuk dari satu orang ke orang lain.

Parahnya lagi dari 80 persen orang terjangkit DBD ini tidak menunjukkan gejala yang signifikan.

Makanya angka kematian dengan kasus DBD ini cukup tinggi berkisar di 40 ribu hingga 70 ribu pertahun.

Namun ini bukan data yang pas karena masih banyak negara yang tidak melaporkan kasus ini.

Menurut WHO nyamuk yang menjadi penyebar DBD ini aktif di sing hari, maka dengan begitu perlu upaya masyarakat agar terhindar dari penyakit ini.

Dengan cara membersihkan lingkungan, menutup bak penampungan air, selalu periksa penampungan air di sekitar anda.

Selain itu WHO juga mengatakan satu-satunya vaksin yang saat ini dipasarkan dan sudah digunakn oleh hampir di 20 negara adalah vaksin Sanofi Pasteur.

Vaksin ini hanya melindungi mereka yang pernah terinfeksi demam berdarah satu kali dan mengharuskannya menerima tiga dosis, dengan rata-rata kemajuran sekitar 65 persen. 

Editor : Bahana.
#WHO #demam berdarah dengue (DBD) #nyamuk #DBD #Amerika Serikat